BERITACIKARANG.COM, CIBARUSAH — Jembatan gantung sepanjang 80 meter yang dibangun di Kampung Cilodong, Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, diklaim menjadi salah satu jembatan gantung terpanjang di wilayah tersebut. Proyek yang dikerjakan hampir dua bulan itu dinilai memiliki nilai strategis karena membuka akses warga dan mendukung mobilitas hasil pertanian.
Komandan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Inf. Michael Ronald Simbolon mengatakan, jembatan tersebut dibangun melalui keterlibatan prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat.
“Jembatan ini panjangnya 80 meter dan menjadi salah satu yang terpanjang di Kabupaten Bekasi. Proses pengerjaannya hampir dua bulan dengan melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat,” ujar Michael, Rabu (12/08).
Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut menjadi solusi atas persoalan akses yang selama ini dikeluhkan warga. Sebelumnya masyarakat harus menyeberangi aliran air yang kerap sulit dilalui saat hujan maupun banjir, termasuk ketika membawa hasil pertanian.
BACA: Warga Serang Baru Sambut Baik Pembangunan Jembatan Gantung Sasak Manggala
“Selama ini masyarakat mengeluhkan akses karena harus melewati aliran air dan kadang banjir, termasuk ketika membawa hasil pertanian. Jadi kita memberikan bantuan melalui program ini,” katanya.
Selain membuka akses penghubung antarkawasan, pembangunan jembatan juga menghasilkan temuan sumber air di sekitar lokasi proyek. Sumber air itu disebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga, terutama pada musim kemarau ketika pasokan air di kawasan persawahan Cibarusah terbatas.
“Alhamdulillah di titik pembangunan ini kita menemukan titik air. Karena daerah Cibarusah identik dengan persawahan dan ketika kemarau air cukup sulit, air ini kita manfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.
Pemanfaatan sumber air tersebut turut didukung dengan pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) bagi warga sekitar.
Michael menjelaskan, pembangunan jembatan di Cibarusah merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur penghubung yang dijalankan di Kabupaten Bekasi dengan tiga jenis konstruksi, yakni jembatan gantung, jembatan beton, dan jembatan Aramco.
“Untuk di Kabupaten Bekasi ada tiga jenis jembatan, yaitu jembatan gantung, jembatan beton, dan jembatan Aramco. Yang sudah terbangun masing-masing enam unit jembatan gantung, enam unit jembatan beton, dan delapan unit jembatan Aramco,” tuturnya.
Ia menambahkan, pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan dilakukan karena warga merupakan pihak yang paling merasakan dampak keterbatasan akses di wilayah tersebut.
Dengan panjang mencapai 80 meter, jembatan gantung di Kampung Cilodong diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas harian warga, tetapi juga memperkuat aktivitas ekonomi lokal melalui distribusi hasil pertanian yang lebih mudah dan aman. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS














