BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Polisi mengungkap fakta baru kejadian korban tenggelam bernama Wahyu Suhada (35) di sungai Kalimalang, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat pada Sabtu (04/06) lalu, sekira pukul 03.15 WIB.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan ternyata kasus yang dialami Wahyu merupakan rekayasa yang sengaja dikarang.
“Dari hasil penyelidikan baik secara saintifik, kemudian data-data lapangan oleh Polsek Cikarang Pusat dan Satlantas Polres Metro Bekasi, menyatakan dan menyimpulkan, memastikan bahwa kejadian kemarin adalah bukan kejadian yang sesungguhnya tapi merupakan kejadian yang direkayasa dan diinisiasi oleh Wahyu,” kata Gidion, Senin (06/06).
Ada pun motif dilatarbelakangi karena Wahyu sebagai aktor utama, ingin mengklaim asuransi kematian yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
“Kenapa mereka menginisiasi melakukan perbuatan tersebut adalah untuk mendapatkan klaim asuransi,” ungkapnya.
Gidion memastikan bahwa Wahyu masih hidup meski kini ia masuk daftar pencarian orang (DPO).
Dalam melakukan aksi tersebut, Wahyu dibantu oleh tiga orang temannya yang memiliki perannya masing-masing. Mereka pun telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pertama, Abdil Mulki (37) yang mengaku sebagai orang yang kala kejadian bersama Wahyu saat kecelakaan terjadi. Padahal, ia sengaja menabrakan motornya ke arah Kalimalang hingga pura-pura pingsan.
Kedua, Dena Surya Kusuma (25) sebagai orang yang berpura-pura melaporkan kecelakaan tersebut ke Polsek Cikarang Pusat. Lalu, ketiga yakni Asep Rian Irawan selaku orang yang menolong Mulki di lokasi kejadian.
Para pelaku dikenakan Pasal 220 KUHP tentang Laporan Palsu dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara.
Sebelumnya, dua orang pengendara motor bernama Wahyu (35) dan Abdil (37) terpental ke Kalimalang setelah ditabarak pengendara mobil Toyota Fortuner, Sabtu (04/06).
Abdil ditemukan warga di pinggir kali dan mengalami luka di bagian kaki. Ia telah dilarikan ke RS Medirosa Tegal Gede Cikarang untuk menjalani perawatan intensif.
Sedangkan Wahyu hingga kini belum ditemukan dikarenakan tenggelam setelah terpental dihantam pengendara mobil yang melarikan diri.
Belakangan diketahui bahwa kasus tersebut sengaja direkayasa agar Wahyu bisa mengklaim asuransi kematian yang nilainya miliaran rupiah. (riz)