BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Dua dari tiga korban tewas akibat tersengat listrik saat Insiden Sisingaan di Kampung Cibeureum RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi diketahui merupakan kakak beradik, yaitu Rinto (28) dan Juan (20). Sementara satu korban lainnya bernama Galang (18).
Enting, salah satu anggota crew kesenian sisingaan dari Alan Group Dewa Tarompet Kabupaten Subang, menjelaskan insiden ini terjadi saat mereka sedang mengarak 11 sisingaan. Para korban adalah bagian dari kelompok catrik, yaitu tim yang bertugas menarik dan mendorong gerobak sound system selama arak-arakan berlangsung.
“Yang kena itu ada adik kakak. Kakaknya baru pertama kali ikut arak-arakan,” ungkap Enting.
Sementara itu kerabat korban, Abdul Rohman membenarkan jika Juan telah lama bergabung sebagai crew kesenian sisingaan, sementara sang kakak, Rinto, baru pertama kali ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. “Kalau yang adiknya, Juan itu sudah bertahun-tahun ikut dengan grup Alan. Kalau kakaknya baru kali ini ikut. Baru pertama diajak dan mau ikut bekerja,” ungkapnya.
Menurutnya, keluarga pertama kali mengetahui kabar kecelakaan tersebut melalui informasi yang beredar di media sosial sebelum akhirnya mendapat kepastian dari kerabat dan rekan korban. Musibah ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban, terutama keluarga Rinto yang harus kehilangan sosok tulang punggung keluarga. Rinto diketahui meninggalkan tiga orang anak yang masih berusia kecil.
BACA: Jenguk Korban Insiden Sisingaan di Cikarang Utara, Kapolres Pastikan Penanganan Memadai
Diketahui, peristiwa ini terjadi ketika rombongan sound sisingaan asal Kabupaten Subang tersebut tengah tampil dan hendak kembali berjalan (arak-arakan) setelah sebelumnya beristirahat. Saat itu salah satu personel yang berada di atas sound system diduga berupaya mengangkat kabel listrik PLN menggunakan tangan. Seketika, korban tersengat aliran listrik dan arus diduga merambat ke sejumlah orang lain yang berada di sekitar gerobak sound system yang terbuat dari besi.
“Awalnya satu orang yang kena. Begitu kesetrum, merambet ke yang lain. Yang ngangkat kabel itu langsung kena, terus yang megang atau dekat dia ikut kesetrum,” ujar Satlinmas Desa Mekarmukti, Pitung (70) saat ditemui di lokasi kejadian.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar. “Ada yang sudah jadi korban (meninggal), yang lainnya pingsan. Langsung kami hubungi ambulans desa untuk dibawa,” ungkapnya.
Korban meninggal dunia masing-masing bernama Galang (18) Juan (20) serta Rinto (29). Sementara itu, dua korban luka masing-masing bernama Rizal (18) yang mengalami luka bakar pada bagian kaki, serta Rizki Maulana (22) yang mengalami luka bakar pada bagian kaki dan kepala. Para korban kemudian dibawa ke RS Radjak Cibeureum, Cikarang Utara, untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban semuanya crew sisingaan, dari grup kesenian itu. Warga tidak ada yang kena,” katanya.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengambil tindakan cepat dengan mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Petugas telah melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan pihak dokter di RS Radjak,” kata dia.
Selain itu, Tim Inafis Polres Metro Bekasi juga telah melakukan olah TKP guna mengumpulkan petunjuk dan bukti awal terkait insiden tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kelima korban tersengat aliran listrik dari kabel jaringan listrik yang berada di sekitar lokasi acara.
“Hingga saat ini, penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Petugas terus mendalami keterangan dari para saksi serta hasil olah TKP untuk memastikan kronologi lengkap kejadian ini,” tambahnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















