BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Museum Gedung Juang di Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kini tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga pusat literasi bagi masyarakat. Pengunjung museum kini dapat mengakses ratusan koleksi buku secara gratis melalui layanan Pojok Baca Digital yang tersedia di area museum.
Kehadiran Pojok Baca Digital merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berbasis digital. Melalui fasilitas ini, pengunjung dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi dan pengetahuan hanya melalui perangkat yang tersedia.
Kepala Disarpus Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, mengatakan bahwa Pojok Baca Digital di Museum Gedung Juang menjadi salah satu sarana literasi yang cukup diminati masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
“Keberadaannya kami hadirkan untuk memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan sehingga informasi dan pengetahuan bisa diperoleh dengan lebih mudah,” ujarnya, Selasa (23/06).
BACA: Bukan Cuma Museum, Gedung Juang 45 Jadi Wadah Milenial Eskpresikan Kreativitas Seni dan Budaya
Menurut Jaoharul, tingkat kunjungan ke Pojok Baca Digital Gedung Juang tergolong tinggi. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar, terutama siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari wilayah Tambun dan sekitarnya.
Selain menyediakan koleksi buku digital, Pojok Baca Digital juga menghadirkan berbagai kegiatan literasi non-digital yang dirancang untuk meningkatkan minat baca anak-anak. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah layanan story telling atau mendongeng.
“Kadang-kadang sekolah membawa siswanya ke sini, kemudian petugas kami memberikan kegiatan mendongeng sebagai media menyampaikan informasi dan menumbuhkan minat baca sejak usia dini,” kata Jaoharul.
Ia menambahkan, secara umum kunjungan ke layanan perpustakaan di Kabupaten Bekasi menunjukkan tren yang cukup baik. Namun, jumlah pengunjung dari kalangan masyarakat umum masih perlu terus ditingkatkan.
“Sebagian besar pengunjung berasal dari kalangan pelajar SD dan SMP. Untuk masyarakat umum memang masih belum banyak, tetapi kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke Pocadi maupun perpustakaan di wilayah terdekat,” jelasnya.
Dengan hadirnya Pojok Baca Digital di Museum Gedung Juang, pemerintah berharap minat baca masyarakat semakin meningkat dan museum dapat menjadi ruang edukasi yang tidak hanya mengenalkan sejarah, tetapi juga memperkaya wawasan melalui akses literasi digital yang mudah dan gratis. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















