Ilustrasi DBD
Ilustrasi DBD

Kabupaten Bekasi Laporkan 98 Kasus DBD Hingga April 2021, Tiga Pasien Meninggal

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) memakan tiga korban jiwa di Kabupaten Bekasi pada awal tahun 2021. Sementara total kasus sampai bulan April mencapai 98 orang.

Kendati demikian, terjadi penurunan kasus sebesar 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai hingga 176 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Sri Enny Mainiarti mengatakan hingga kuartal pertama tahun ini angka kasus DBD di wilayahnya berjumlah 98 kasus yang terdiri atas lima kasus di bulan Januari, lima kasus lagi di Februari, 19 kasus untuk Bulan Maret, serta 69 kasus di Bulan April.

“Total ada 98 atau 78 kasus lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya, Sabtu (05/06).

Sri Enny menyebut jumlah kasus DBD pada kuartal pertama tahun lalu mencapai 176 kasus dengan rincian 30 kasus di Bulan Januari, 21 kasus di Februari, 69 kasus untuk Bulan Maret, dan 56 kasus di Bulan April.

“Warga tetap harus waspada dan selalu membersihkan lingkungan. Selain waspada COVID-19 juga waspada demam berdarah,” kata dia.

Kasus demam berdarah di wilayahnya juga telah mengakibatkan satu warga meninggal dunia tahun lalu. Sementara tahun ini sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat penyakit  ini.

“Dua kasus meninggal dunia di Kecamatan Kedungwaringin, satu lagi di Kecamatan Tambun Selatan,” kata dia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Masrikoh mengatakan Kecamatan Tambun Selatan menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi tahun ini. 44 kasus dari total 98 kasus DBD terjadi di kecamatan tersebut.

Masrikoh mengajak segenap masyarakat mencegah DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan serta bertanggung jawab dalam pemantauan jentik di rumah masing-masing.

“Satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik). Setiap keluarga bertanggung jawab dengan rumahnya sendiri terhadap kebersihan dan pemantauan jentik terlebih saat pandemi COVID-19 ini, tidak bisa berharap ke orang lain,” katanya.

Masrikoh mengimbau masyarakat melakukan 3M untuk mencegah DBD yakni menguras kamar mandi, menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas, selain juga tetap menerapkan protokol kesehatan ketat 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Jangan memberi ruang atau tempat yang bisa menjadi sarang jentik nyamuk, tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah DBD,” kata dia. (BC)