BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Menjelang perayaan Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Tim Pengendalian Penyakit Hewan dan Penjamin Kesehatan Hewan (P2HPKH) gencar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban di wilayahnya. Tim yang terdiri dari 32 personel kesehatan, termasuk dokter hewan, telah bekerja sejak beberapa pekan lalu untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak.
Ketua Tim P2HPKH, Dewi Suryani, mengungkapkan bahwa hingga Kamis 21 Mei 2026 pihaknya telah memeriksa sedikitnya 18.600 ekor hewan kurban dari 227 titik penjualan di Kabupaten Bekasi. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah karena pemeriksaan masih berlangsung hingga H-1 Idul Adha.
“Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di lokasi penjualan, baik di tingkat peternakan maupun eceran, tetapi juga akan dilakukan di tempat-tempat penyembelihan seperti masjid-masjid. Kami ingin memastikan bahwa hewan kurban yang disembelih benar-benar dalam kondisi sehat,” kata Dewi, Jumat (22/05).
BACA: Jumlah Hewan Kurban yang Diperjualbelikan di Kabupaten Bekasi Turun 18 Persen
Dari total hewan yang telah diperiksa, mayoritas adalah sapi sebanyak 9.000 ekor, diikuti domba sebanyak 5.600 ekor, dan kambing sebanyak 4.000 ekor. Dewi menjelaskan bahwa data tersebut masih terus bergerak karena laporan dari lapangan belum semuanya masuk.
Meski sebagian besar hewan kurban dinyatakan sehat, Dewi mengakui adanya beberapa kasus penyakit yang ditemukan selama pemeriksaan. Salah satu penyakit yang dijumpai adalah iritasi mata pada hewan, yang ditemukan di daerah Cikarang Barat. “Iritasi tersebut kemungkinan disebabkan oleh perubahan cuaca dari daerah asal hewan, seperti Garut yang lebih dingin, dibandingkan dengan Bekasi yang lebih panas,” ungkapnya.
Selain itu, gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) ditemukan pada beberapa sapi. Hewan dengan gejala PMK diminta untuk dipisahkan dari hewan sehat lainnya. “PMK itu kan bukan penyakit yang menular ke manusia sebenarnya. Jika dimasak dengan benar, dagingnya aman untuk dikonsumsi. Namun untuk kurban belum bisa sehingga kami minta untuk diobati dulu sampai sembuh,” ucap dia.
Dewi juga mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban yang telah diperiksa kesehatannya oleh tim P2HPKH. Ia menyarankan agar masyarakat memperhatikan beberapa tanda-tanda kesehatan hewan, seperti gerakan yang aktif, nafsu makan baik, mata cerah, hidung bersih, serta bulu yang tidak kusam.
“Pastikan juga kondisi fisik hewan tidak cacat, tidak kurus, tidak buta, serta memiliki kaki dan tanduk yang normal. Masyarakat bisa memeriksa langsung dan bertanya kepada penjual untuk memastikan kondisi hewan benar-benar sehat,” ujar Dewi. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















