BERITACIKARANG.COM, SETU – Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli hewan kurban di Kabupaten Bekasi semakin menggeliat. Para pedagang berlomba-lomba untuk menarik perhatian pembeli dengan berbagai cara unik.
Salah satu lapak yang mencuri perhatian adalah milik Majlis Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka) Farm yang berlokasi di Perumahan Griya Bekasi Permai 2, Desa Cibening, Kecamatan Setu.
Keunikan lapak ini terletak pada penampilan para pedagangnya yang mengenakan pakaian serba hitam lengkap dengan blangkon, yang menjadi ciri khas dari majelis tersebut.
BACA: Penjual Sapi Kurban di Kabupaten Bekasi Kurangi Stok
Ketua Majlis Padasuka Kecamatan Setu, Ustadz Andri, yang akrab disapa Kanjeng Berebet, menjelaskan bahwa langkah ini sengaja dilakukan untuk memberikan kesan berbeda sekaligus memperkenalkan identitas majelis kepada masyarakat.
“Ini adalah dagangan kambing dan domba dari Majelis Padasuka Setu yang dipimpin oleh Kyai Syarif Rahmat, seorang ulama yang sering tampil di salah satu stasiun televisi swasta. Kami mencoba cara dagang yang unik dengan mengenakan baju hitam dan blangkon sebagai ciri khas majelis kami,” ungkap Ustadz Andri, Jum’at (22/05).
Andri menjelaskan kambing dan domba yang dijual di lapak milik Majlis Padasuka Farm berjumlah 27 ekor. Adapun harga yang ditawarkan cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp2,9 juta hingga Rp4,3 juta. Harga tersebut disesuaikan dengan ukuran dan berat hewan kurban yang dijual.
“Pembeli kami kebanyakan berasal dari masyarakat sekitar di wilayah Perumahan Griya Bekasi Permai 2 Setu. Kami yakin semua kambing dan domba ini akan habis terjual sebelum H-2 Lebaran Haji,” kata dia.
Kehadiran lapak dengan konsep unik ini tidak hanya menarik perhatian para pembeli, tetapi juga menjadi salah satu cara bagi Majlis Padasuka untuk memperkenalkan dakwah mereka kepada masyarakat. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















