Stok Hewan Kurban di Kabupaten Bekasi Dipastikan Aman

Tim pengawas kesehatan hewan kurban saat memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu lapak pedagang di wilayah Kabupaten Bekasi.
Tim pengawas kesehatan hewan kurban saat memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu lapak pedagang di wilayah Kabupaten Bekasi.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Menjelang idul adha, stok untuk kebutuhan hewan kurban di wilayah Kabupaten Bekasi pada tahun 2023 dipastikan aman. Pasalnya, mengacu pada tahun lalu jumlah ketersediaan sapi maupun kambing di wilayah ini terbilang surplus.

BACA: Pedagang Hewan Kurban di Kabupaten Bekasi Optimis Penjualan Tahun Ini Meningkat Drastis

Bacaan Lainnya

“Insya Allah aman karena berdasarkan pengalaman tahun lalu ada 20 ribu lebih ekor sapi dan kambing yang tercatat, itu pun bukan hanya untuk kebutuhan di Kabupaten Bekasi saja melainkan di distribusikan ke Jabodetabek juga,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dwian Wahyudiharto.

Hingga saat ini pihaknya masih memantau ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban di wilayahnya. Pemantauan dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kondisi kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 2023/ 1444 H. “Untuk tahun ini kami belum selesai merekapitulasi namun sejauh ini sudah 20 ribu ekor lebih yang tercatat,” ucap dia.

BACA: Kabupaten Bekasi Kerahkan 35 Tim Pengawas Kesehatan Hewan Kurban

Dwian menambahkan saat ini pihaknya masih memantau kondisi kesehatan hewan kurban agar layak dijual dan aman dikonsumsi masyarakat. Sejauh ini tim pengawas kesehatan hewan kurban telah mengecek 200 lebih lapak pedagang hewan kurban yang tersebar di di hampir seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

“Sudah 200 lebih lapak pedagang yang didatangi. Tinggal 20 persen lagi yang masih akan kami kunjungi,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sejauh ini, pihaknya belum menemukan hewan kurban yang terindikasi terjangkit penyakit mulut dan kuku serta Lumpy Skin Disease (LSD) namun di sejumlah lapak pedagang ditemukan ada hewan kurban dinyatakan sakit secara fisik.

“Secara umum masih layak, selama pemeriksaan ada beberapa hewan kurban mengalami masalah pada kaki, kemudian sakit mata, ada juga sakit mulut pada kambing tapi bukan PMK,” katanya.

Tim pengawas kesehatan hewan kurban, sambungnya, akan menempelkan penanda sehat pada hewan kurban serta spanduk imbauan masyarakat di lapak-lapak pedagang yang telah melewati proses pemeriksaan kesehatan. Spanduk itu berisi informasi kiat memilih hewan kurban agar masyarakat tidak salah membeli hewan kurban. (dim)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait