BERITACIKARANG.COM, CIKARANG TIMUR -Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengingatkan para anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terpilih untuk menepati janji-janji yang telah mereka sampaikan kepada masyarakat selama masa pencalonan.
“Kalau yang terpilih, ini kan pilihan rakyat. Jadi yang punya janji ya harus menepati. Tidak boleh setelah dipilih, lupa dengan janji-janjinya,” pesan Asep saat memantau langsung proses pemilihan BPD serentak se-Kabupaten Bekasi periode 2026-2034 di Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Sabtu (23/05).
Dalam kegiatan tersebut, Plt Bupati Bekasi turut didampingi oleh Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Iman Santoso. Selain hadir di lokasi, mereka juga memantau proses pemilihan di 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi melalui sambungan Zoom Meeting.
Asep menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan dengan penuh dedikasi. Ia berharap anggota BPD terpilih dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa masing-masing.
BACA: Fenomena ‘Tokoh Gopek’ dan ‘Tokoh Serebu’ Jelang Pemilihan BPD di Kabupaten Bekasi
“Apalagi lingkup kerja BPD itu di tingkat desa, yang masyarakatnya tidak terlalu banyak. Jadi insyaallah aspirasi warga harus bisa diakomodir dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Asep juga menyampaikan pesan kepada masyarakat dan para calon BPD untuk menjaga suasana persaudaraan selama proses pemilihan berlangsung. Ia mengingatkan bahwa pemilihan ini bukanlah sebuah pertandingan, melainkan perjalanan demokrasi yang harus dijalani secara damai.
“Saya berpesan untuk semua warga, jaga silaturahmi. Ini bukan merupakan pertandingan, tapi perjalanan demokrasi yang memang harus diikuti,” kata Asep.
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa anggota BPD memiliki peran strategis sebagai penyambung aspirasi masyarakat. Mereka bertugas melakukan pengawasan terhadap pemerintahan desa, terlibat dalam penganggaran, serta membantu pembentukan peraturan desa.
“Calon-calon ini nantinya bakal menjadi penyambung lidah rakyat. Fungsinya sebagai pengawas desa, bagian dari penganggaran, serta membuat peraturan desa yang harus sinkron dengan kepala desa,” jelasnya.
Asep pun mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas selama dan setelah proses pemilihan berlangsung agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Yang penting jaga silaturahmi. Karena ini bukan pertandingan, tapi perjalanan demokrasi yang memang harus diikuti,” pungkasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















