banjir-sd-kedungwaringin-surut-dua
banjir-sd-kedungwaringin-surut-dua

Pasca Banjir, Siswa 3 SD Negeri di Kecamatan Kedungwaringin Belajar Lesehan

BERITACIKARANG.COM, KEDUNGWARINGIN – Banjir yang merendam pemukiman warga dan tiga Sekolah Dasar (SD) yang berada di Kp. Bojong, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin telah surut.

BACA : Banjir di Kedungwaringin Surut, Siswa SD Gotong Royong Bersihkan Lumpur

Pantauan BERITACIKARANG.COM, Pagi tadi, Senin (21/11) Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri 01 Bojongsari, 03 Bojongsari dan 04 Bojongsari yang sebelumnya terhenti akibat banjir telah dimulai kembali. Hanya saja, belum seluruh siswa kembali mengikuti pelajaran. Selain itu proses KBM juga dilakukan dengan cara lesehan.

Ajat, guru Kelas 5 SDN 01 Bojongsari mengatakan proses KBM di sekolahnya memang telah kembali dimulai. Namun belum seluruh siswanya telah kembali mengikuti pelajaran. Dia juga meembenarkan jika mayoritas murid di SDN 01 Bojongsari belajar dengan cara lesehan.

“Masih belajar lesehan pak, hanya satu kelas saja yang belajarnya duduk di kursi dan meja belajar. Yaitu untuk kelas 1 saja. Kelas 2, 3, 4, 5, dan 6 pada belajarnya lesehan. Kursi dan mejanya masih kita tumpuk karena takut banjir datang lagi,” kata Ajat.

Hal senada disampaikan Guru Kelas 1 SDN 03 Bojongsari, Annisa. Kata dia, di hari pertama KBM setelah libur karena banjir hanya 6 orang muridnya yang mulai masuk untuk bersekolah.

“Murid saya ada 30 anak. Memang baru 6 orang murid yang masuk sekolah lagi pak, mungkin karena rumahnya masih pada kebanjiran. Bisa juga karena seragamnnya belum kering. Tapi kita tak permasalahkan soal itu, yang penting mereka mau datang ke sekolah ya KBM tetap berjalan,” kata dia.

Dikatakan olehnya, dalam proses KBM hampir seluruh bangku dan meja di ruang kelasnya belum dirapihkan. Walaupun demikian, para muridnya tetap semangat menerima pelajaran darinya.

“Semua bangku dan meja masih pada ditumpuk. Karena tadi malam saja kan hujan, air katanya naik lagi. Ya biar aman saja dan tak cepat rusak jadi masih ditumpuk. Karena biasanya kalau ujan besar, sekolah kita bisa kebanjiran lagi pak,” kata dia. (BC)