KRL CommuterLine Cikarang ‘Disundul’ Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka

Proses evakuasi penumpang yang terjebak di KRL Commuterline pasca insiden kecelakaan yang melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/08) malam.
Proses evakuasi penumpang yang terjebak di KRL Commuterline pasca insiden kecelakaan yang melibatkan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/08) malam.

BERITACIKARANG.COM, BEKASI TIMUR – KRL CommuterLine tujuan Cikarang disundul kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/04) malam. Akibat kejadian ini, 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang didapat, peristiwa ini bermula saat KRL CommuterLine tujuan Cikarang berhenti di jalur perlintasan karena mengalami gangguan. Gangguan tersebut diduga disebabkan oleh sebuah kendaraan yang menyenggol rangkaian KRL CommuterLine, sehingga menyebabkan kereta tertahan di jalur tersebut.

Bacaan Lainnya

Di saat yang bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindari tabrakan dan menghantam gerbong paling belakang KRL CommuterLine, yang merupakan gerbong khusus wanita.

Salah seorang penumpang yang selamat, Munir (44), menceritakan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. “Kereta jarak jauh tabrak KRL yang berhenti, yang ditabrak gerbong khusus wanita paling belakang,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa hingga Selasa (28/04) pagi pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 14 orang. Jumlah korban diperkirakan masih bisa berubah seiring proses evakuasi dan identifikasi yang terus dilakukan.

“Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ujarnya.

BACA: Imbas Mobil Tertabrak Kereta, PT KAI Bakal Tutup Perlintasan Liar Gang Walet

Fasilitas kesehatan yang menangani para korban di antaranya adalah RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Dirinya menyampaikan PT KAI menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan berharap para korban luka dapat segera pulih.

“KAI menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, dan kepada korban luka yang saat ini tengah menjalani penanganan medis,” kata Bobby.

Sejak awal kejadian, PT KAI bersama tim medis, Basarnas, dan pihak terkait lainnya telah bekerja sama secara terkoordinasi untuk menangani para korban. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat beberapa korban membutuhkan penanganan khusus.

“Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka-luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia akan ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan PT KAI,” ungkapnya.

Selain itu, PT KAI juga telah mendirikan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi terkait insiden tersebut. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center KAI di nomor 121. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait