3 Warga Kabupaten Bekasi Meninggal Dunia dalam Insiden Kecelakaan KRL CommuterLine

Suasana duka menyelimuti kediaman Nurlaela (30), salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek. Di kediamannya di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, keluarga dan kerabat terus berdatangan untuk bertakziah, Selasa (28/04).
Suasana duka menyelimuti kediaman Nurlaela (30), salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL CommuterLine dan KA Argo Bromo Anggrek. Di kediamannya di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, keluarga dan kerabat terus berdatangan untuk bertakziah, Selasa (28/04).

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG TIMUR – Insiden kecelakaan antara KRL CommuterLine tujuan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi menelan korban jiwa.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bahwa data sementara, tiga warga Kabupaten Bekasi menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Asep saat mengunjungi rumah duka salah satu korban, Nurlaela (40), seorang guru SD, di Kampung Ceger RT 02/02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (28/04) siang.

“Yang meninggal ada tiga orang. Mereka ada di Kecamatan Sukatani, Cikarang Timur dan Cibitung,” ujar Asep.

Sementara untuk korban luka-luka belum terkonfirmasi. Pihaknya akan segera ke rumah sakit rujukan di Kota Bekasi untuk memastikan jumlah warganya yang menjadi korban luka-luka.

“Kami ingin memastikan penanganan yang baik, terutama jika ada tindakan operasi atau lainnya. Takutnya tidak ada identitas karena barang-barang korban bisa saja hilang,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sosial memberikan bantuan kepada keluarga korban.

“Tentunya kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhumah diterima di sisi-Nya dan keluarga diberi ketabahan serta kesabaran,” ucap Asep.

BACA: KRL CommuterLine Cikarang ‘Disundul’ Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur: 14 Meninggal Dunia, 84 Luka

Paman korban, Mulyadi, menuturkan Nurlaela sehari-hari bekerja sebagai guru PNS di SD Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur dan rutin menggunakan KRL untuk berangkat serta pulang bekerja.

“Dia tiap hari naik KRL, pagi-sore. Memang kerjanya ngajar di sana,” ujarnya.

Mulyadi mengungkapkan jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB setelah keluarga sempat mencari keberadaan korban sejak malam.

“Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi,” katanya.

Menurut Mulyadi, almarhumah dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam. Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.

Berdasarkan pantauan pukul 11.00 WIB pada Selasa (28/04), keluarga, kerabat teman sesama guru ikut ke lokasi pemakaman. Tangispun pecah ketika jenazah mulai dimakamankan.

Jenazah dimakaman di pemakaman tak jauh dari rumah duka. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait