Kado Awal Tahun, Jababeka Dapat Suntikan Dana Rp1,2 Triliun dari Dua Investor Jepang

Awal tahun 2024, Jababeka mengumumkan kedatangan dua mega investor asal Jepang yakni Mitsui Fudosan Asia (MFA) dan Keihan Group. Keduanya akan menanamkan investasi signifikan yakni sebesar 1,2 triliun.
Awal tahun 2024, Jababeka mengumumkan kedatangan dua mega investor asal Jepang yakni Mitsui Fudosan Asia (MFA) dan Keihan Group. Keduanya akan menanamkan investasi signifikan yakni sebesar 1,2 triliun.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Awal tahun 2024, Jababeka Residence mengumumkan kedatangan dua mega investor asal Jepang yakni Mitsui Fudosan Asia (MFA) dan Keihan Group. Keduanya akan menanamkan investasi signifikan yakni sebesar 1,2 triliun.

Berbekal keyakinan tinggi, MFA menyuntikkan dananya lebih dari Rp800 miliar, sedangkan Keihan Group turut membenamkan investasi senilai lebih dari Rp400 miliar. Keberhasilan Jababeka Residence selama ini menjadi daya tarik utama bagi kedua investor kawakan Jepang dan meyakini bahwa Jababeka akan menjadi kota mandiri yang lebih sukses di beberapa tahun mendatang.

Bacaan Lainnya

Investasi yang cukup fantastis ini tidak hanya mencakup satu klaster hunian tapak, melainkan melibatkan lebih dari 3 klaster yang akan menjadi titik awal transformasi signifikan di Kota Jababeka.

BACA: Jababeka Gandeng Mitsui Fudosan Luncurkan Smart Japanese House

“Masuknya MFA dan Keihan Group di Jababeka merupakan dorongan positif yang tidak hanya akan mengangkat citra kawasan, tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi Cikarang dan pengembangan infrastruktur yang lebih lanjut,” ujar Presiden Direktur Jababeka Residence, Sutedja Darmono.

Mitsui Fudosan Asia (MFA) yang merupakan anak perusahaan dari Mitsui Fudosan Co., Ltd, mengungkapkan antusiasme dan proyeksi yang tinggi terhadap sektor properti Tanah Air. MFA pun telah memasuki pasar properti Indonesia sejak tahun 2012, dengan merambah lebih luas dan melakukan ekspansi jaringan bisnisnya melalui investasi ke segelintir pengembang nasional. Kini, MFA tertarik pada potensi besar yang dimiliki oleh koridor Timur Jakarta, khususnya di Kota Jababeka.

“Mengingat prestasi Jababeka sebagai pengembang township seluas 5.600 hektare, maka kami melihat ada potensi besar yang dapat dikembangkan lebih lanjut di masa depan. Kami yakin bahwa pasar real estat Indonesia akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat,” ujar Hiroyuki Sato, Executive Director Mitsui Fudosan (Asia) Pte. Ltd.

Melalui investasi sebesar Rp800 miliar, MFA bersama Jababeka Residence akan membangun 808 unit properti yang terbagi dalam 622 unit rumah tapak dan 186 unit ruko. Proyek tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 85.500 meter persegi.

Sementara itu, Keihan Group yang baru pertama kalinya membenamkan investasi di Indonesia dan langsung memilih Jababeka, akan mengembangkan sebuah klaster yang berlokasi di tengah lapangan golf Jababeka Golf & Country Club. “Kami sangat selektif dalam memilih mitra kerja, terutama karena ini merupakan proyek properti pertama Keihan di Indonesia. Kami memutuskan untuk bekerja sama dengan Jababeka karena kami punya visi yang sama,” kata Hideki Kobayashi selaku Chief Keihan Real Estate.

Jababeka saat ini telah menjadi kota yang hidup dan lengkap dengan berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga gaya hidup. Dengan pusat perbelanjaan dan berbagai moda transportasi seperti kereta commuterline, shuttle bus, dan rencana moda masa depan seperti MRT, Jababeka sangat ideal sebagai destinasi tempat tinggal.

Meskipun bangunan industri terlihat lebih mendominasi, namun area hunian pun tak kalah mengungguli wajah Jababeka lantaran sudah ada lebih dari 1.000 unit hunian yang terbangun. Jababeka terus berupaya dan berkomitmen untuk membangun kota terpadu yang dapat dihuni masyarakat serta pelaku bisnis dengan rasa aman, nyaman, dan bangga.

“Hingga saat ini sudah ribuan hunian tapak maupun tingkat yang berhasil kami serah terimakan dalam kondisi yang sangat baik. Ini terbukti dengan jarangnya didengar mengenai keluhan terhadap Jababeka. Untuk okupansi hunian sendiri saat ini bisa dibilang mendekati 100%, yang mana terlihat dari tidak ada rumah atau apartemen yang kosong, serta ramainya pusat komersial,” ungkap Managing  Director Jababeka Residence, Marcus Lee.

Menyoroti capaian tahun lalu, Jababeka Residence merasa sangat puas dengan target penjualan lebih dari 100%. Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan tinggi dari konsumen dan semakin menguatkan keyakinan bahwa investor juga akan merasakan keuntungan yang signifikan dari investasi mereka. Berkat suntikan dukungan dan kepercayaan dari investor Jepang yang terkemuka, Jababeka Residence semakin siap menjalani tahun 2024 serta terus berkomitmen memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan industri properti.

Sebagai informasi, Kota Jababeka dikembangkan di atas lahan seluas 5.600 hektare dan merupakan kota terpadu dengan fasilitas perumahan, sarana pendidikan dan kesehatan, kawasan industri, pusat komersial, pusat gaya hidup, lapangan golf, hingga stadion. Konektivitas dari dan ke Jababeka kedepannya akan semakin mudah dengan beroperasinya LRT sampai ke Cikarang dan MRT rute Balaraja-Cikarang yang direncanakan akan dibangun dalam waktu dekat.

Namun untuk saat ini, Jababeka sangat mudah diakses dari Jakarta dan sekitarnya melalui tiga pintu tol yang terhubung langsung dengan kawasan. Tiga pintu tol yang dimaksud ialah exit tol km 29 (Cikarang Utara), exit tol km 31 (Cikarang Barat), dan exit tol km 34,7 (Cibatu). “Penghuni juga dapat menikmati kemudahan menjangkau transportasi massal yang cepat dan hemat seperti kereta commuterline dari Stasiun KRL Cikarang. Jaraknya hanya 10 menit dari Jababeka. Kami juga punya shuttle bus ke bandara, Bandung, dan Jakarta,” imbuh Marcus.

Bahkan menariknya, Jababeka telah menyediakan shuttle bus LRT City Bekasi dengan rute perjalanan Hollywood Junction –Kawasan Industri-LRT City Bekasi, guna memudahkan perjalanan penghuni di yang bekerja di pusat Kota Jakarta. Hadirnya layanan angkutan feeder menuju LRT City Bekasi diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pekerja terutama masyarakat. Layanan ini memastikan penggunanya merasa aman dan nyaman dalam menggunakan transportasi umum, sehingga nantinya mampu mendorong peralihan bertahap dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

“Kami memastikan tinggal di Jababeka lebih tepat. Karena akses menuju rumah lebih dekat sehingga istirahat bisa lebih cepat. Fasilitas dan pendukung kota sudah lengkap dan matang yang bisa memberikan kualitas kehidupan yang lebih baik ditambah dengan lingkungan yang aman dan nyaman,” tutup Marcus. (***)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait