Rupiah Melemah, Pedagang Elektronik di Pasar Cikarang Menjerit Toko Sepi

Pedagang elektronik di Pasar Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Pedagang elektronik di Pasar Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menekan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang elektronik. Di Pasar Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, para pedagang mengeluhkan kenaikan harga signifikan, yang berdampak pada sepinya pembeli dan anjloknya omset pendapatan.

Oman (49), salah satu pedagang elektronik di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi pada hampir semua produk elektronik. Baik barang berukuran kecil seperti kipas angin, hingga barang besar seperti kulkas dan televisi, semuanya mengalami kenaikan harga sejak dua minggu terakhir.

Bacaan Lainnya

“Semua elektronik naik, Bang, dari yang kecil sampai yang ukuran gede semua naik. Contohnya kayak TV atau kulkas, yang tadinya harga Rp 1.500.000 sekarang naik jadi Rp 1.650.000,” kata Oman saat ditemui di tokonya, Sabtu (06/06).

Menurut Oman, kenaikan harga ini berasal langsung dari distributor atau produsen. Penyebab utamanya adalah tingginya kurs dolar AS yang mengakibatkan harga pokok barang dari hulu ikut melonjak.

BACA: Imbas Kenaikan Harga Kedelai Impor,  Pengrajin Tahu Pilih Kurangi Produksi dan Pegawai

Situasi ini menempatkan para pedagang dalam posisi yang sulit. Di satu sisi, mereka harus mengeluarkan modal lebih besar untuk membeli barang dagangan. Namun di sisi lain, daya beli masyarakat yang melemah membuat konsumen enggan berbelanja.

Akibatnya, omset para pedagang turun drastis hingga 50 persen.

“Omset udah pasti turun, pendapatan juga enggak kayak dulu-dulu. Biasanya kita stabil bisa dapat keuntungan 35 sampai 45 persen. Kalau sekarang, kita paling bisa dapat 20 persen juga udah susah, dapat 30 persen itu juga udah dipaksain,” tambah Oman.

Untuk tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi ini, Oman dan pedagang lainnya terpaksa memangkas margin keuntungan mereka seminimal mungkin. Hal ini dilakukan demi menjaga perputaran modal agar tetap berjalan, terutama karena barang-barang seperti kulkas, mesin cuci, TV, dan kipas angin merupakan kebutuhan rumah tangga yang penting bagi masyarakat.

Oman berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis guna menstabilkan nilai tukar rupiah dan memperbaiki kondisi perekonomian. “Pengennya sih stabil lagi, biar jualan lancar lagi kayak dulu,” tutup Oman. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait