BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengingatkan para petani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan ekstrem yang dipicu oleh fenomena Godzilla El Nino. Fenomena cuaca ini diprediksi dapat berdampak signifikan pada sektor pertanian, sehingga memerlukan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan area persawahan yang berpotensi terdampak kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi kemungkinan penurunan pasokan air selama musim kemarau.
“Kami telah melakukan mitigasi di lokasi-lokasi sawah yang rawan kekeringan. Selain itu, kami juga mendata pompa air, baik yang merupakan bantuan pemerintah maupun milik petani, agar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Dodo pada Kamis (23/04).
BACA: Kekeringan di Kabupaten Bekasi Diprediksi Terjadi Hingga November
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Dinas Pertanian juga aktif memberikan sosialisasi kepada para petani terkait pola tanam yang lebih adaptif terhadap kondisi minim air. Petani dianjurkan untuk mempertimbangkan pergiliran tanaman ke komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan, seperti jagung, ketimun, dan berbagai jenis sayuran lainnya.
“Untuk mengurangi risiko gagal panen, kami menyarankan para petani menanam komoditas palawija yang lebih hemat air dibandingkan padi,” tambah Dodo.
Selain itu, Dinas Pertanian juga melakukan pendataan terhadap berbagai sumber air di wilayah Kabupaten Bekasi yang dapat dimanfaatkan selama musim kemarau. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air tetap mencukupi bagi kegiatan pertanian.
“Sejauh ini, belum ada lahan yang dikategorikan rawan kekeringan. Normalisasi di BSH 0 masih cukup untuk mendukung pertanaman padi. Namun, kita tetap harus waspada dan siap dengan segala kemungkinan,” tutupnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















