MR (13) mengalami luka tusuk dibagian dada sebelah kanan dan luka dibagian siku kanan, diduga menjadi korban tawuran pelajar.
MR (13) mengalami luka tusuk dibagian dada sebelah kanan dan luka dibagian siku kanan, diduga menjadi korban tawuran pelajar.

Pelajar SMP di Kabupaten Bekasi Tewas saat Tawuran, Ini Komentar Kadisdik

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Terkait dengan peristiwa tawuran pelajar antar sekolah yang menewaskan salah seorang siswa SMP dengan inisial MR (13) di Tambun, Kamis (02/06) kemarin, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, MA. Supratman mengaku prihatin.

BACA :  Tawuran Pelajar, Siswa SMPN 3 Tambun Selatan ditemukan Tewas

“Kami merasa prihatin dengan ini. Karena pelajar setingkat SMP sudah melakukan aksi seperti itu, ekstrim. Dari cerita teman-teman korban, mereka itu seperti saling tantang, bertemu di suatu tempat dan melakuka tawuran. Sudah sebegitunya anak SMP zaman sekarang,” kata MA. Supratman,  Jum’at (03/06) malam.

Dengan adanya peristiwa ini, ia mengatakan sepatutnya menjadi bahan intropeksi semua pihak. Termasuk gurunya, harus lebih waspada terhadap karakter anak didiknya. “Tetapi persoalan ini juga tentunya tidak lepas dari tanggung jawab orang tua. Harus selalu juga meningkatkan kewaspadaannya. Karena aksi ini terjadi ketika selesai ujian UAS di sekolah,” kata dia.

BACA : DPRD Sesalkan Tawuran Pelajar di Tambun

“Harusnya orang tua langsung curiga ketika anaknya tak langsung pulang ke rumah. Artinya tanggung jawab mengenai anak atau pelajar ini adalah untuk semua membinanya. Masyarakat, pihak Kepolisian dan kita juga di Disdik,” sambungnya.

Ia berpendapat bahwa terjadinya peristiwa ini diduga lantaran perkembangan zaman dimana tindakan dan tayangan kekerasan menjadi makanan sehari-hari. “Ya bisa dipengaruhi film-film mafia yang bebas di internet, tayangan sinetron, dan lain sebagainya. Mungkin saja bisa berakibat terhadap hal ini. Maka dari itu kita sebagai orang tua juga harus tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap anak-anak dan menfilter sedini mungkin jika terjadi gejolak seperti itu,” katanya.

Kedepannya, selain akan terus mensosialisasikan bahaya narkoba dan seks bebas melalui IT, ia mengatakan bahwa Dinas Pendidikan juga akan mengintensifkan program roadshow anti tawuran di setiap sekolah di Kabupaten Bekasi. “Karena sebenarnya enam bulan ini sudah mendingin tak ada kejadian tawuran pelajar. Tiba-tiba terjadi kejadian ini yang meledak begitu saja,” tandasnya. (DB)

Baca Juga

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, MA Supratman

9.686 Ruang Kelas di Kabupaten Bekasi Rusak

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Sebanyak 9.686 ruang kelas di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah …

Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Masuk Daftar Hitam Penerima DAK

Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Masuk Daftar Hitam Penerima DAK

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Dana Alokasi Khusus (DAK) dari  Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk …