Mobile Legends Jadi Primadona Esport Anak Muda Kabupaten Bekasi

Sejumlah peserta saat mengikuti tunament Mobile Legends yang diselenggarakan Polres Metro Bekasi dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80 di District 1 Meikarta, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (21/06).
Sejumlah peserta saat mengikuti tunament Mobile Legends yang diselenggarakan Polres Metro Bekasi dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80 di District 1 Meikarta, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (21/06).

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Mobile Legends masih menjadi game esport paling populer di kalangan anak muda Kabupaten Bekasi. Popularitas game bergenre multiplayer online battle arena (MOBA) ini bahkan mengungguli sejumlah nomor esport lainnya seperti Free Fire (FF), PUBG Mobile, eFootball, EA Sports FC (FC Console), hingga Lokapala.

Ketua Harian Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Bekasi, Apang Cleosandria, mengatakan tingginya minat terhadap Mobile Legends terlihat dari jumlah peserta yang selalu mendominasi dalam berbagai turnamen yang diselenggarakan ESI.

Bacaan Lainnya

“Dari berbagai nomor game yang dipertandingkan, Mobile Legends menjadi yang paling banyak diminati. Jumlah pendaftarnya selalu tinggi dalam setiap event yang kami selenggarakan,” ujar Apang saat ditemui di sela-sela tunament Mobile Legends yang diselenggarakan Polres Metro Bekasi dalam rangka Hari Bhayangkara ke 80 di District 1 Meikarta, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Minggu (21/06).

Menurutnya, besarnya animo pemain Mobile Legends menjadi keuntungan tersendiri bagi ESI Kabupaten Bekasi dalam menjaring atlet-atlet esport potensial. Dengan basis pemain yang besar, proses seleksi dan pembinaan dapat dilakukan lebih optimal untuk menemukan talenta terbaik yang dapat bersaing di level yang lebih tinggi.

BACA: Turnamen Mobile Legends Polres Metro Bekasi, Tiga Tim Terbaik Melaju ke Polda!

“Semakin banyak peserta yang ikut, semakin besar pula peluang kami menemukan pemain-pemain unggulan yang nantinya bisa dibina untuk mewakili Kabupaten Bekasi dalam berbagai kejuaraan,” katanya.

Meski demikian, perkembangan esport di Kabupaten Bekasi dinilai masih belum merata di seluruh wilayah. Walaupun minat generasi muda terhadap dunia esport terus meningkat, aktivitas dan ekosistem kompetisinya masih terkonsentrasi di beberapa kecamatan tertentu.

Apang menjelaskan, banyaknya penyelenggaraan turnamen di tingkat desa maupun kecamatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan komunitas esport di suatu wilayah.

Berdasarkan pengamatan pihaknyai, sejumlah daerah yang saat ini menjadi pusat aktivitas esport antara lain Tambun Selatan, Cibitung, hingga Cibarusah. Ketiga wilayah tersebut dinilai memiliki komunitas yang aktif serta rutin menggelar kompetisi yang melibatkan para pemain lokal.

“Geliat esport di Kabupaten Bekasi memang terus berkembang, tetapi penyebarannya belum merata. Saat ini aktivitas yang paling dominan masih terlihat di Tambun Selatan, Cibarusah, dan Cibitung karena cukup sering mengadakan event dan memiliki komunitas yang aktif,” jelasnya.

ESI Kabupaten Bekasi berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah daerah, komunitas, maupun penyelenggara turnamen, yang turut mendorong pertumbuhan esport di wilayah lain. Dengan demikian, kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan prestasi di bidang esport dapat terbuka lebih luas di seluruh Kabupaten Bekasi. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait