Lapak Baru Sudah Disiapkan, Kenapa Pedagang Pasar Baru Cikarang Masih Jualan di Jalan?

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja kembali meninjau penataan Pasar Baru Cikarang, Minggu (25/10) pagi. Meski lapak baru telah disiapkan untuk pedagang, masih ditemukan pedagang yang berjualan di badan jalan, tepatnya di simpang SGC.
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja kembali meninjau penataan Pasar Baru Cikarang, Minggu (25/10) pagi. Meski lapak baru telah disiapkan untuk pedagang, masih ditemukan pedagang yang berjualan di badan jalan, tepatnya di simpang SGC.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja kembali meninjau penataan Pasar Baru Cikarang, Minggu (25/10) pagi. Meski lapak baru telah disiapkan untuk pedagang, masih ditemukan pedagang yang berjualan di badan jalan, tepatnya di simpang SGC.

Hal tersebut disampaikan Asep melalui akun Instagram pribadinya, @dr.asepsuryaatmaja. Ia mengatakan, penataan pasar perlu dilakukan dengan pendekatan humanis, tetapi tetap disertai penegakan aturan.

Bacaan Lainnya

“Saya memahami bahwa setiap pedagang memiliki kebutuhan dan perjuangan untuk menghidupi keluarga. Karena itu, penataan pasar harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis, mengedepankan dialog, dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” tulis Asep.

BACA: Pasca Relokasi, Pasar Baru Cikarang Bakal ‘Dibedakin’

Namun, ia menegaskan badan jalan tidak diperuntukkan sebagai tempat berjualan karena dapat mengganggu hak pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat.

Asep pun mengajak seluruh pedagang untuk menempati lapak yang telah disediakan pemerintah dan mendukung penataan Pasar Cikarang.

“Pemerintah hadir bukan untuk mempersulit pedagang, melainkan untuk menciptakan pasar yang tertib, aman, nyaman, dan memberikan manfaat bagi semua,” katanya.

Ia menegaskan penataan pasar akan mengedepankan keseimbangan antara ketegasan dalam menjalankan aturan dan pendekatan yang humanis kepada para pedagang.

Unggahan tersebut mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah akun mendukung langkah penataan pasar, tetapi meminta pemerintah memastikan penertiban berjalan konsisten dan tidak hanya dilakukan saat bupati turun langsung.

Akun @dodyirawan02 menyarankan agar petugas ditempatkan secara bergiliran untuk mengawasi aktivitas pedagang setelah penertiban dilakukan.

“Suruh anak buah mu standby bikin shift, percuma ditinggal besok melanggar lagi,” tulisnya.

Sementara itu, akun @pahri_fh meminta pemerintah kembali melakukan pengecekan dalam waktu dekat. “Cek Minggu depan pa,” komentarnya.

Warganet lainnya juga meminta penataan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap pedagang yang berjualan di sekitar kawasan SGC.

Akun @ayya.avry menulis, “Harus tegas pak, jgn ada yang dipinggir-pinggir SGC, kumuh bgt pak tolong ditata.”

Ada pula warganet yang mendorong agar seluruh pedagang diarahkan masuk ke area pasar sehingga tidak ada lagi aktivitas jual beli yang menggunakan badan jalan. “Dorong pak.. dorong!” tulis akun @ayeep.sa. (RIZ)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait