Ini Kata PLN Soal Kabel Semrawut di Jl. Raya Inspeksi Kalimalang

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG BARAT – Kabel dalam kondisi semrawut memenuhi tepi Jl. Raya Inspeksi Kalimalang yang baru dibangun di Kecamatan Cibitung.

Hal ini terungkap setelah salah seorang warga, Enjang Anwar Sanusi mengunggah foto dan video kesemrawutan di ruas jalan itu melalui akun facebook pribadinya.

“Pagi ini, saya ingin mengajak netizen Kabupaten Bekasi dan sekitarnya untuk berhenti sejenak ngomongin soal Jakarta. Mari kita tengok kesemrawutan di depan mata kita sendiri. Ini kondisi di Jalan Kalimalang Kabupaten Bekasi. Dekat dengan pintu tol Cibitung. Kabel-kabel semrawut seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Dibiarkan begitu saja. Sepertinya kabel-kabel itu sudah tidak dipakai, karena jika masih dipakai, tentu sudah banyak yang kesetrum. Kesemrawutan ini tidak hanya terjadi di satu titik. Tetapi memanjang dari Bekasi Timur hingga Cikarang, dengan titik paling parah di dekat Tol Cibitung,” tulis Enjang Anwar Sanusi, Rabu (08/08) pagi.

Asisten Manajer Perencanaan PLN Area Bekasi, Yudho Rahadianto saat dikonfirmasi menegaskan bahwa kabel yang semrawut di ruas Jl. Raya Inspeksi Kalimalang bukanlah milik PLN.

“Kalau kabel sudah kita rapihkan semua, tiang-tiangnya juga sudah kita geser ke pinggir jalan Kalimalang. Pokoknya total ada 300 tiang yang sudah kita geser,” kata Yudho.

Jikalau masih ada tiang dan kabel yang menjuntai di jalur tersebut, bisa dipastikan tiang dan kabel itu bukan milik PLN, melainkan Fiber Optik milik salah satu provider penyediak jasa telekomunikasi.

“Di tiang kami juga ada yang menempel tiang FO (Fiber Optik-red). Ada yang resmi izin ke kami dan ada juga yang tidak resmi. Bisa jadi itu yang tidak resmi karena kalau tidak resmi kami juga tidak berani merapihkan karena itu bukan kewenangan kami,” tandasnya. (BC)

Baca Juga

Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Romli

Gagal Pertahankan Juara Umum Porda, Ketua KONI Kabupaten Bekasi: Tuan Rumah Halalkan Segala Cara

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi menilai kegagalan …

error: