BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Sebanyak 64.842 pelajar di Kabupaten Bekasi yang telah memasuki usia wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) hingga kini belum melakukan perekaman data kependudukan.
Puluhan ribu pelajar tersebut tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Madrasah Aliyah (MA) di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bekasi, Carwinda, mengatakan pihaknya terus berupaya mempercepat perekaman e-KTP bagi para pelajar melalui program jemput bola ke sekolah-sekolah.
Menurutnya, kepemilikan e-KTP sangat penting karena menjadi identitas resmi yang dibutuhkan dalam berbagai urusan administrasi, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan, hingga layanan publik lainnya.
“Masih ada 64.842 pelajar yang sudah memasuki usia wajib KTP namun belum melakukan perekaman. Karena itu kami terus melakukan percepatan agar mereka segera memiliki identitas kependudukan,” ujar Carwinda.
BACA: Puluhan Siswa SMAN 1 Tambelang Didata e-KTP
Untuk mempercepat capaian perekaman, Disdukcapil Kabupaten Bekasi secara rutin menggelar layanan di lingkungan sekolah setiap hari Selasa dan Kamis. Program ini diprioritaskan bagi sekolah yang memiliki jumlah siswa wajib KTP cukup banyak, yakni lebih dari 100 orang.
Melalui layanan tersebut, para siswa tidak perlu lagi datang ke kantor pelayanan kependudukan. Petugas akan mendatangi sekolah dan melakukan perekaman di lokasi, sehingga prosesnya menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.
Carwinda menjelaskan, tim perekaman dibagi menjadi dua kelompok yang bekerja secara bersamaan. Setiap tim bertugas di sekolah yang berbeda sehingga dalam satu hari dapat melayani dua sekolah sekaligus.
“Tim perekaman kami dibagi menjadi dua tim. Setiap tim akan bertugas di satu sekolah, sehingga dalam satu hari terdapat dua lokasi pelayanan. Dengan jadwal Selasa dan Kamis, maka dalam satu pekan kami dapat menjangkau empat sekolah sekaligus,” jelasnya
Selain mengejar target administrasi kependudukan, program jemput bola ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelajar mengenai pentingnya memiliki dokumen kependudukan sejak dini. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memahami fungsi dan manfaat e-KTP dalam kehidupan sehari-hari.
Disdukcapil Kabupaten Bekasi pun terus menjalin koordinasi dengan pihak sekolah agar pelaksanaan perekaman berjalan lancar dan menjangkau lebih banyak siswa yang telah berusia 17 tahun.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak sekolah agar pelaksanaan perekaman berjalan optimal. Harapannya, semakin banyak pelajar berusia 17 tahun yang dapat terlayani dan memiliki e-KTP,” kata Carwinda. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















