Pilkades di Serang Baru Jangan Jadi Ajang Adu Tebal Dompet

Rapat pleno penatapan dan pengambilan nomor urut Calon Kepala Desa Jayasampurna periode 2026 - 2034, Rabu (09/09).
Rapat pleno penatapan dan pengambilan nomor urut Calon Kepala Desa Jayasampurna periode 2026 - 2034, Rabu (09/09).

BERITACIKARANG.COM, SERANG BARU — Camat Serang Baru, Deni Mulyadi mengingatkan calon kepala desa agar tidak menjadikan kemampuan finansial sebagai ukuran utama dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Pasalnya, calon Kepala Desa harus memiliki kapasitas, kesiapan, dan komitmen untuk melayani seluruh masyarakat apabila terpilih.

Hal itu disampaikan Deni usai menghadiri tahapan penetapan dan pengambilan nomor urut calon kepala desa di Desa Jayasampurna. “Dengan menjadi calon kepala desa ini berarti dia harus sudah siap melayani masyarakat,” ujarnya, Rabu (09/09).

Bacaan Lainnya

Deni  menegaskan, kepala desa terpilih nantinya tidak hanya bertanggung jawab kepada warga yang memberikan dukungan politik, tetapi kepada seluruh masyarakat desa.

Karena itu, perbedaan pilihan dalam Pilkades tidak boleh memengaruhi pelayanan pemerintahan desa. Seluruh warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan.

“Siapa pun yang terpilih harus bisa melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan background-nya, statusnya, ataupun dukungannya. Karena semua warga desa yang harus dilayani oleh kepala desa terpilih,” ujarnya.

Menurutnya, tugas kepala desa bukan sekadar memenangkan kontestasi politik. Kepala desa memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pemerintahan, melaksanakan pembangunan, serta menjalankan pelayanan kemasyarakatan.

“Tugasnya itu melayani masyarakat, menyelenggarakan pemerintahan desa, pembangunan dan kemasyarakatan,” katanya.

Selain mengingatkan para calon, Camat Serang Baru juga meminta masyarakat menjaga persaudaraan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Ia menilai perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kontestasi politik. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik maupun memutus hubungan antarwarga.

“Persaudaraan itu yang harus diutamakan. Pilihan boleh beda dalam hati, tapi persaudaraan hal yang lebih utama. Bagaimanapun kita masih satu saudara,” tegasnya.

Deni mengatakan pelaksanaan tahapan pengambilan nomor urut calon kepala desa di wilayah Kecamatan Serang Baru sejauh ini berlangsung aman dan kondusif.

Pihak kecamatan juga terus berkoordinasi dengan unsur keamanan, termasuk kepolisian dan Koramil, untuk menjaga situasi tetap terkendali selama tahapan Pilkades.

“Kita selalu koordinasi dengan aparat keamanan dari kepolisian, dari Danramil. Kita sering berkoordinasi terus untuk menjaga kondusivitas di wilayah,” jelasnya.

Pemantauan juga dilakukan dengan menempatkan staf kecamatan di sejumlah titik untuk mengikuti perkembangan tahapan Pilkades.

“Perbedaan itu wajar namanya kontestasi politik. Tapi secara umum di wilayah Serang Baru alhamdulillah tetap kondusif,” pungkasnya.

BACA: Anggaran Dipangkas: Janji Politik Bupati dan Wakil Bupati Bekasi Tertunda

Program Realistis di Tengah Efisiensi Anggaran

Sementara itu, Kepala Desa Jayasampurna, H. Muksin, mengingatkan para calon kepala desa agar tidak terlalu banyak menyampaikan janji kepada masyarakat, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah.

Menurutnya, program yang ditawarkan calon kepala desa harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa dan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Karena bagaimanapun Pemerintah Desa Jayasampurna itu orang tuanya adalah Pemerintah Kabupaten Bekasi. Di tengah efisiensi anggaran seperti saat ini, program realistis saja,” kata H. Muksin.

Ia berharap kepala desa terpilih nantinya dapat melanjutkan program yang sudah berjalan dengan baik, sekaligus memperbaiki program yang masih memiliki kekurangan. “Jadi kita berharap program yang sekiranya sudah baik dilanjutkan, yang kurang baik kita perbaiki dan yang belum ada ayo kita bangun bareng-bareng,” ujarnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait