Danau Perumahan Bisa Jadi Ancaman, ICMI Kabupaten Bekasi Desak Pengembang Pasang Pagar dan Papan Peringatan

Ilustrasi tenggelam
Ilustrasi tenggelam

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Bekasi, Aboy Maulana, meminta pengembang perumahan yang memiliki danau resapan memasang pagar pembatas dan papan peringatan untuk mencegah kecelakaan, terutama yang melibatkan anak-anak.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul tewasnya seorang anak laki-laki berinisial HA (8) setelah tenggelam di danau buatan di belakang show unit Perumahan CINITY di Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Bacaan Lainnya

“Perumahan yang memiliki danau resapan harus memasang pagar pembatas dan papan peringatan. Ini penting untuk mencegah anak-anak atau warga terjatuh maupun berenang sembarangan di danau,” ujar Aboy, Senin (26/10).

BACA: Remaja 14 Tahun Tenggelam di Danau Metland Cibitung, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Menurutnya, pagar pembatas diperlukan sebagai pelindung fisik di tepi danau, sedangkan papan peringatan berfungsi memberikan informasi mengenai bahaya di sekitar perairan, termasuk larangan berenang dan potensi kedalaman air.

Aboy juga meminta pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten melakukan pengawasan agar pengembang memenuhi aspek keselamatan di lingkungan perumahan.

“Pemerintah daerah dan instansi terkait harus ikut mengawasi agar pengembang benar-benar memperhatikan aspek keselamatan. Jangan sampai fasilitas yang ada di lingkungan perumahan justru membahayakan warga,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan orang tua dan pengelola wilayah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar perairan yang dalam. Terlebih, Kabupaten Bekasi mulai memasuki masa peralihan musim dari kemarau ke hujan.

“Pengawasan dari orang tua juga sangat penting. Anak-anak harus diingatkan agar tidak bermain atau berenang di danau tanpa pengawasan, terutama di lokasi yang tidak dilengkapi pengamanan,” katanya.

Peristiwa tenggelamnya HA diketahui bermula saat korban diduga berenang bersama teman-teman sebayanya di danau buatan tersebut pada Minggu (25/10) sore.

Kecurigaan warga muncul setelah menemukan pakaian dan sandal milik korban tertinggal di tepi danau. Warga kemudian melakukan pencarian setelah menduga anak tersebut tenggelam.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri area bersama tim SAR gabungan. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (26/10) pagi.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa keluarga dan warga ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait