Bu Mida Dorong Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan di Desa Sukadami

Hamida Ismail Alting maju sebagai salah satu calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukadami dari keterwakilan perempuan pada periode 2026 - 2034
Hamida Ismail Alting maju sebagai salah satu calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukadami dari keterwakilan perempuan pada periode 2026 - 2034

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Hamida Ismail Alting maju sebagai salah satu calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukadami dari keterwakilan perempuan pada periode 2026 – 2034.  Perempuan yang akrab disapa Bu Mida itu bertekad untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan di desa.

“Motivasi saya adalah ingin membuat perubahan di Desa Sukadami, khususnya dalam hal keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa. Selama ini, perempuan hanya menjadi objek, tidak diberikan kesempatan untuk menyumbangkan ide dan pemikiran. Melalui jalur BPD perwakilan perempuan ini, saya ingin menjadi penyambung suara bagi kaum perempuan agar aspirasi mereka didengar,” ungkap Bu Mida, Minggu (17/01).

Bacaan Lainnya

Sebagai Ketua Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Sekretaris RW pertama yang berasal dari kalangan perempuan di Desa Sukadami, Bu Mida telah terjun langsung menangani berbagai permasalahan masyarakat.

“Permasalahan perempuan di desa sering kali berkisar pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penelantaran hak nafkah, hingga persoalan identitas. Saya banyak turun ke lapangan untuk mendeteksi masalah-masalah ini dan menyerap aspirasi dari mereka,” tambahnya.

Untuk memastikan aspirasi perempuan benar-benar masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang), Bu Mida berencana membentuk forum perempuan desa.

“Forum ini akan melibatkan perwakilan dari lima dusun di Sukadami. Dengan adanya forum ini, kita bisa mengangkat isu-isu yang terjadi pada perempuan ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga suara perempuan benar-benar terdengar dalam proses pembangunan desa,” jelasnya.

BACA: Kementerian PPPA Tingkatkan Layanan SAPA 129 untuk Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak

Lebih lanjut, Bu Mida juga menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi BPD agar tidak hanya menjadi “stempel” pemerintah desa.

“BPD seharusnya menjadi mitra legislatif di tingkat desa, mengawasi kebijakan yang ada. Saya prihatin karena selama ini fungsi tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya. Jika terpilih, saya akan berusaha mengembalikan BPD pada fungsi pokoknya tanpa berbenturan dengan visi dan misi desa,” tegas Bu Mida.

Mengenai transparansi penggunaan anggaran desa, Bu Mida memiliki rencana untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi.

“Saya akan berusaha memberikan transparansi melalui media sosial, sehingga masyarakat dapat memantau setiap kegiatan yang dilakukan oleh BPD dan Pemerintah Desa. Selama ini informasi tentang kerja BPD kurang tersampaikan dengan baik. Oleh karena itu, saya berencana membentuk tim dari forum perempuan desa untuk membantu mempublikasikan semua kegiatan,” ujarnya.

Dengan slogan ‘Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera,’ Bu Mida turut memberikan tanggapannya terkait nomor urut empat yang diterimanya dalam pemilihan BPD.

“Nomor itu hanya angka, tapi bagi saya angka empat memiliki filosofi mendalam. Empat arah yang saya perjuangkan adalah perlindungan terhadap perempuan, perlindungan terhadap anak, terciptanya kesejahteraan keluarga, dan mewujudkan desa yang maju. Saya percaya bahwa jika perempuan berdaya, maka desa akan maju dan sejahtera,” tuturnya.

Terlepas dari hasil pemilihan nanti, Bu Mida juga berkomitmen untuk tetap aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Jika tidak terpilih pun, saya akan tetap menjalankan rutinitas seperti biasa. Saya akan terus peduli pada lingkungan dan masyarakat serta berkontribusi untuk kemajuan Desa Sukadami, melalui jalur yang sudah ada” pungkasnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait