Sudah 60 Persen, Normalisasi Kali CBL Masih Terganjal Bangunan Liar

Progres fisik normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Kabupaten Bekasi telah melampaui 60 persen. Namun, penyelesaian pekerjaan tersebut masih terkendala keberadaan bangunan liar di sejumlah titik sepanjang aliran sungai.
Progres fisik normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Kabupaten Bekasi telah melampaui 60 persen. Namun, penyelesaian pekerjaan tersebut masih terkendala keberadaan bangunan liar di sejumlah titik sepanjang aliran sungai.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Progres fisik normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Kabupaten Bekasi telah melampaui 60 persen. Namun, penyelesaian pekerjaan tersebut masih terkendala keberadaan bangunan liar di sejumlah titik sepanjang aliran sungai.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengatakan bangunan liar masih menjadi hambatan utama, terutama di wilayah Kalijaya, Kertamukti, Muktiwari hingga kawasan Sukatani.

Bacaan Lainnya

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Bekasi agar penertiban dapat segera dilakukan.

BACA: Kejar Deadline Akhir Tahun, Normalisasi Kali CBL Masih Jauh dari Target

“Normalisasi sudah berjalan cukup besar, progres fisiknya di atas 60 persen. Kendala utama memang masih adanya bangunan liar. Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP agar penanganannya bisa segera dilaksanakan, sehingga pekerjaan normalisasi dapat berjalan lebih efektif dan hasilnya lebih tertata,” kata Henri, Selasa (03/11).

Selain kendala di lapangan, masih terdapat sekitar satu kilometer pekerjaan normalisasi yang belum teranggarkan. Dinas SDABMBK kini tengah menyiapkan kajian sebagai dasar pengajuan tambahan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

Menurut Henri, rencana pengajuan tersebut telah dikoordinasikan dengan Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi. Selanjutnya, usulan itu menunggu hasil kajian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Di sisi lain, sejumlah pekerjaan normalisasi pada segmen lepas dari wilayah Sukamahi hingga Muara telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara hasil pekerjaan.

Sementara itu, penanganan ke arah hulu hingga wilayah Cibitung masih membutuhkan penyelesaian sejumlah kendala, terutama terkait keberadaan bangunan liar.

Henri menargetkan pekerjaan normalisasi pada segmen tersebut dapat diselesaikan pada akhir November 2026. “Semoga ini bermanfaat untuk penanganan banjir di Kabupaten Bekasi, terutama saat musim hujan tiba,” pungkasnya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait