Galian Kabel PLN Bikin Pelaku Usaha Kecil di Cikarang Timur Terdampak, Pembeli Enggan Singgah

Pekerjaan galian kabel listrik bawah tanah milik PLN di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, tak hanya dikeluhkan karena memicu kemacetan. Sejumlah warga Desa Jatireja juga mengeluhkan kerusakan bangunan rumah hingga terganggunya aktivitas usaha kecil di sekitar lokasi proyek.
Pekerjaan galian kabel listrik bawah tanah milik PLN di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, tak hanya dikeluhkan karena memicu kemacetan. Sejumlah warga Desa Jatireja juga mengeluhkan kerusakan bangunan rumah hingga terganggunya aktivitas usaha kecil di sekitar lokasi proyek.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG TIMUR – Pekerjaan galian kabel listrik bawah tanah milik PLN di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, tak hanya mengganggu lalu lintas. Aktivitas usaha kecil di sepanjang Jalan Raya Citarik juga ikut terdampak karena debu dan lumpur dari proyek tersebut membuat pelanggan enggan singgah.

Warung makan, warteg hingga toko kelontong yang berada di sekitar lokasi pekerjaan harus menghadapi kondisi lingkungan yang tidak nyaman bagi pembeli. Saat cuaca panas, debu dari tanah merah bekas galian beterbangan. Ketika hujan, material tanah tersebut berubah menjadi lumpur dan membuat akses menuju tempat usaha becek.

Rahman (40), warga Desa Jatireja, mengatakan kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap aktivitas perdagangan warga. Menurutnya, pelanggan yang biasanya datang untuk makan atau berbelanja kini cenderung menghindari lokasi karena terganggu debu dan kondisi jalan yang kotor.

BACA: Bikin Jalanan Licin dan Macet! Galian PLN Cikarang Dikeluhkan Warga

“Belum lagi itu kan ada usaha warga kayak warteg, warung-warung gitu. Nah sekarang mana ada yang mau makan kalau debu sama becek begitu,” ungkap Rahman, Jumat (30/10).

Situasi ini membuat pelaku usaha kecil harus menanggung dampak pekerjaan proyek yang berlangsung di depan lingkungan mereka. Padahal, warung-warung tersebut mengandalkan pelanggan yang melintas maupun warga sekitar untuk menjalankan usaha sehari-hari.

“Kalo lagi ngebor begini kondisi nya, aer campur lumpur pada nyeplos dari pinggir coran jalan utama,” ungkapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan galian berlangsung di sepanjang Jalan Raya Citarik, mulai dari sekitar Kantor Kecamatan Cikarang Timur hingga Jalan Tegal Danas. Sejumlah titik galian terlihat di sepanjang ruas jalan dengan ukuran sekitar 3 x 1,5 meter dan kedalaman mencapai satu meter.

Dampak pekerjaan juga dirasakan pengguna jalan akibat kemacetan. Warga bahkan mengeluhkan dugaan kerusakan bangunan rumah, mulai dari dinding retak hingga lantai keramik terlepas, yang mereka kaitkan dengan getaran selama proses penggalian.

Sekretaris Kecamatan Cikarang Timur, Aris Sadikin, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait pekerjaan tersebut. Menurutnya, kemacetan menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan.

“Kalau laporan langsung ke kecamatan tidak ada, tapi di medsos banyak. Ada beberapa keretakan di beberapa lokasi di Jatireja. Lalu kemacetan yang paling parah,” kata Aris.

Ia menjelaskan, pekerjaan galian tersebut tersebar di tiga desa dan satu kelurahan, yakni Desa Jatireja, Karangsari, Jatibaru serta Kelurahan Sertajaya.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan pekerjaan PLN yang perizinannya berasal dari pemerintah pusat. Meski demikian, dampak pekerjaan terhadap masyarakat diharapkan dapat segera diantisipasi.

“Informasinya memang itu galian PLN, di depan kecamatan juga ada. Cuma memang izinnya langsung dari pusat, kami hanya ketempatan lokasi saja. Namun memang harusnya dampaknya bisa segera diantisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, pihak PLN Cikarang belum memberikan keterangan terkait keluhan warga, termasuk dampak pekerjaan terhadap aktivitas usaha kecil di sekitar lokasi proyek. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait