15,4 Juta Liter Air Digelontorkan untuk Atasi Kekeringan di Kabupaten Bekasi

Pendistribusian air bersih di Desa Ridogalih Kecamatan Cibarusah.
Pendistribusian air bersih di Desa Ridogalih Kecamatan Cibarusah.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Kekeringan akibat kemarau di Kabupaten Bekasi terus meluas. Hingga Rabu 07 Oktober 2026 pagi, sebanyak 15,4 juta liter air telah didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi mengatakan, distribusi air bersih dan air minum terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Penanganan terus kami lakukan dengan mendistribusikan air bersih dan air minum ke wilayah-wilayah yang terdampak. Kami juga terus berkoordinasi dengan berbagai unsur agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Dodi.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, kekeringan telah berdampak pada 54 desa di 14 kecamatan dengan total 363 titik lokasi kejadian.

Dampaknya dirasakan oleh 37.025 kepala keluarga atau 109.870 jiwa yang membutuhkan pasokan air.

“Dengan kondisi tersebut, distribusi air menjadi salah satu prioritas kami untuk memastikan masyarakat di lokasi terdampak tetap mendapatkan kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.

BACA: Pompa Air Dikerahkan Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

Dari total distribusi tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi menyumbang 4.685.000 liter, disusul PDAM sebanyak 3.489.000 liter dan PMI sebanyak 2.623.075 liter.

Sementara itu, sisa pasokan berasal dari berbagai unsur lain yang turut membantu penanganan kekeringan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dodi menegaskan, luasnya wilayah terdampak membuat penanganan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu instansi. Distribusi air dilakukan melalui kolaborasi perangkat daerah, kecamatan, pemerintah desa, TNI/Polri, PMI, dunia usaha, organisasi masyarakat dan unsur lainnya.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting karena wilayah terdampak cukup luas. Kami terus mengarahkan bantuan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan,” tuturnya.

BPBD Kabupaten Bekasi juga masih melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak. Penyaluran air diprioritaskan ke lokasi yang mengalami kebutuhan paling mendesak.

“Prioritas kami adalah memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses air. Penanganan akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan,” pungkas Dodi. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait