Kunjungan Pj Gubernur Jabar ke Kabupaten Bekasi Molor

Seluruh jajaran Forkopimda, SKPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi sudah tiba di Pendopo Gedung Bupati sejak pukul 12.00 WIB untuk menyambut kedatangannya Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, Kamis (05/10).
Seluruh jajaran Forkopimda, SKPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi sudah tiba di Pendopo Gedung Bupati sejak pukul 12.00 WIB untuk menyambut kedatangannya Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin, Kamis (05/10).

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Kunjungan Pj Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Mahcmudin ke Kabupaten Bekasi molor. Bey Mahcmudin tak kunjung tiba dari jadwal kunjungan yang ditetapkan hari ini, Kamis 05 Oktober 2023 pukul 12.30 WIB.

Sementara, seluruh jajaran Forkopimda, SKPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi sudah tiba sejak pukul 12.00 WIB untuk menyambut kedatangannya. Setelah menunggu lama, akhirnya Bey Mahcmudin tiba di Pendopo Pemkab Bekasi untuk pertama kalinya sekira pukul 16.30 WIB.

Bacaan Lainnya

Sub Koordinator Dokumentasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Tubagus Anfiari menyampaikan keterlambatan Pj Gubernur Jabar disebabkan adanya agenda dadakan di Bandung. “Iya kang pagi-pagi Bapak ada agenda dadakan di Bandung. Jadi kunjungan kerja ke Purwakarta, Karawang dan Bekasi agak terlambat,” kata dia.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Kabupaten Bekasi, Damin Sada mengaku kecewa atas keterlambatan Pj Gubernur Jabar. Warga Kecamatan Tambun Utara itu pun akhirnya memutuskan pulang setelah hampir 3 jam menunggu bersama sejumlah tamu undangan lainnya.

“Gua jam setengah satu nyampe ya, tapi ampe jam tiga lewat belum datang-datang juga itu Pj Gubernur. Ya gua sih pulang, emang Pj Gubernur siapa, gue dating geh udah untung. Tadinya sih gua cuma pengen menyampaikan agar rencana pembangunan patung Soekarno di Bandung Barat dengan biaya yang besar itu jangan dilanjutkan,” kata Ketua Umum Jajaka Nusantara itu.

Salah satu pertimbangannya menolak pembangunan patung Soekarno di wilayah Jawa Barat adalah karena keberadaannya dinilai tidak memiliki kemasalahatan untuk masyarakat. Kendati menggunakan dana pihak ketiga, namun menurutnya akan lebih bermanfaat jika anggaran tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu.

“Ya sekarang apa artinya, apa maknanya? Mau dipuja? Mau disembah? Kan nggak boleh. Itu kan duitnya gede ya, Rp10 triliun. Masih banyak kok program lain yang lebih prioritas, kenapa harus bikin patung. Kecuali kalo masyarakat kita udah pada makmur, sekolah bener-bener gratis, barang-barang pada murah baru dah itu dibikin sebagai tanda hormat kita. Kalau kita masih pada susah mah ya jangan,” kata dia. (dim)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait