BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Cuaca panas membuat penggunaan kipas angin dan pendingin ruangan atau AC di rumah cenderung meningkat. Namun, jika digunakan berjam-jam setiap hari, konsumsi listrik peralatan tersebut dapat menambah pengeluaran rumah tangga.
Bagi warga Cikarang, Kabupaten Bekasi, mengatur penggunaan peralatan elektronik menjadi salah satu cara menjaga kenyamanan rumah tanpa harus mengorbankan anggaran bulanan.
Penghematan listrik tidak selalu berarti harus mematikan kipas angin atau AC ketika cuaca terasa gerah. Kebiasaan penggunaan, pengaturan suhu, hingga kondisi peralatan turut memengaruhi konsumsi energi.
Berikut sejumlah cara yang dapat diterapkan untuk menghemat listrik saat cuaca panas.
Atur suhu AC pada 24–26 derajat Celsius
Pengguna AC dapat mengatur suhu pada kisaran 24–26 derajat Celsius sebagai titik awal yang relatif nyaman sekaligus membantu mengendalikan konsumsi listrik.
Hindari langsung mengatur suhu ke tingkat paling rendah dengan harapan ruangan lebih cepat dingin. Pengaturan suhu yang terlalu rendah dapat membuat AC bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.
Pastikan pintu dan jendela tertutup ketika AC menyala agar udara dingin tidak terus keluar dari ruangan.
Matikan kipas angin saat tidak digunakan
Kipas angin umumnya menggunakan daya lebih rendah dibandingkan AC, tetapi konsumsi listriknya tetap bertambah selama digunakan.
Jika kipas angin dibiarkan menyala sepanjang hari, termasuk ketika penghuni rumah sedang tidak berada di ruangan, listrik tetap terpakai tanpa memberikan manfaat yang berarti.
Biasakan mematikan kipas angin ketika meninggalkan ruangan dalam waktu lama. Penggunaan pengatur waktu atau timer juga dapat membantu, terutama saat tidur.
Bersihkan filter AC dan kipas angin secara berkala
Filter AC yang kotor dapat menghambat aliran udara dan mengganggu kinerja pendinginan. Karena itu, bersihkan filter sesuai petunjuk produsen dan lakukan pemeriksaan berkala.
Hal serupa berlaku untuk kipas angin. Debu yang menumpuk pada baling-baling dan kisi-kisi perlu dibersihkan agar aliran udara tetap optimal.
Sebelum membersihkan peralatan, pastikan steker telah dicabut atau aliran listrik dimatikan sesuai prosedur keselamatan.
Kurangi panas matahari yang masuk ke rumah
Ruangan yang terus terpapar sinar matahari langsung dapat terasa lebih panas. Akibatnya, penghuni mungkin menyalakan kipas angin lebih lama atau menurunkan suhu AC.
Untuk mengurangi panas, tutup tirai atau gunakan peneduh pada jendela yang menghadap matahari, terutama pada siang hari.
Ketika udara luar lebih sejuk, buka jendela untuk membantu sirkulasi udara, selama kondisi lingkungan memungkinkan. Namun, jika udara luar sedang sangat panas atau berdebu, sesuaikan waktu membuka jendela.
Manfaatkan kipas angin bersama AC secara bijak
Pada kondisi tertentu, kipas angin dapat membantu menyebarkan udara dingin dari AC sehingga ruangan terasa lebih nyaman.
Dengan demikian, pengguna dapat mencoba pengaturan suhu AC yang sedikit lebih tinggi tanpa mengurangi kenyamanan secara berlebihan.
Namun, efektivitasnya bergantung pada ukuran ruangan, penempatan kipas, dan kondisi lingkungan. Kipas angin tidak menurunkan suhu udara ruangan secara langsung seperti AC, melainkan membantu meningkatkan rasa sejuk melalui pergerakan udara.
Pilih peralatan sesuai kebutuhan dan perhatikan daya listrik
Ketika membeli kipas angin atau AC baru, perhatikan konsumsi daya, label efisiensi energi jika tersedia, serta kesesuaian kapasitas AC dengan luas ruangan.
Peralatan berdaya rendah belum tentu selalu menjadi pilihan paling hemat jika tidak sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, pertimbangkan pula efisiensi energi, durasi pemakaian, dan petunjuk penggunaan dari produsen.
Hitung perkiraan biaya listrik dari pemakaian harian
Warga juga dapat memperkirakan konsumsi listrik dari daya peralatan dan lamanya pemakaian.
Sebagai contoh, kipas angin dengan daya 50 watt yang digunakan selama 10 jam sehari mengonsumsi energi sekitar 0,5 kilowatt-jam (kWh) per hari.
Jika digunakan selama 30 hari, konsumsi energinya mencapai sekitar 15 kWh.
Sementara itu, AC dengan daya listrik rata-rata 500 watt yang beroperasi selama delapan jam sehari akan mengonsumsi sekitar 4 kWh per hari atau 120 kWh dalam 30 hari.
Perhitungan tersebut hanya ilustrasi. Konsumsi aktual AC dapat berubah mengikuti teknologi yang digunakan, suhu ruangan, pengaturan termostat, kondisi peralatan, dan pola operasionalnya.
Untuk mengetahui perkiraan biaya, kalikan total konsumsi energi dengan tarif listrik per kWh sesuai golongan pelanggan. Tagihan aktual juga dapat dipengaruhi komponen tarif dan biaya lain yang berlaku.
Penghematan Dimulai dari Kebiasaan
Penggunaan kipas angin atau AC saat cuaca panas merupakan kebutuhan kenyamanan bagi banyak keluarga. Meski demikian, kebiasaan sederhana seperti mematikan peralatan saat tidak digunakan, menjaga sirkulasi udara, dan merawat perangkat dapat membantu mengendalikan konsumsi listrik.
Dengan pengaturan yang tepat, warga dapat tetap menjaga kenyamanan rumah di tengah cuaca panas tanpa membiarkan penggunaan listrik meningkat lebih dari yang diperlukan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















