Evakuasi mandiri warga di Kp. Bojong Poncol, Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran yang terjebak air luapan sungai Citarum, Minggu (21/02).
Evakuasi mandiri warga di Kp. Bojong Poncol, Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran yang terjebak air luapan sungai Citarum, Minggu (21/02).

Bupati Sebut Penyebab Banjir di Kabupaten Bekasi Murni Karena Faktor Alam

BERITACIKARANG.COM, PEBAYURAN – Intensitas hujan yang begitu tinggi sejak Jumat (19/02) telah menyebabkan beberapa daerah di Kabupaten Bekasi terkena banjir. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Bekasi, pada Minggu 21 Februari 2021 pukul 9 pagi, terdapat 147 titik banjir yang tersebar di 62 desa/kelurahan di 19 kecamatan.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengatakan banjir yang melanda di Kabupaten Bekasi disebabkan oleh hujan deras yang cukup tinggi dan meluapnya debit air sejumlah sungai serta adanya tanggul sungai Citarum yang jebol sepanjang kurang lebih 100 meter.

“Banjir kali ini adalah faktor alam, jadi memang curah hujan dan debit air yang cukup tinggi. Ini sebenernya air kiriman dari hulu, misalkan daerah Cikarang Utara dari Cilemahabang yang meluap ke beberapa desa. Atau Kali Cikarang, termasuk sungai Cibeet dan Citarum,” ujarnya usai turun langsung meninjau lokasi yang terdampak banjir di Desa Sumberurip Kecamatan Pebayuran, Minggu (21/02).

Pemerintah Kabupaten Bekasi, sambung Eka, juga sudah menyiapkan langkah- langkah penyelamatan bagi warga yang terkena banjir dengan mengaevakuasi warga ketempat yang lebih aman. Khusus di Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran masih ada sekitar 2.000 warga yang masih harus dievakuasi.

“Dari Dinas Sosil sudah menyiapkan dapur umum, bantuan dari BPBD seperti perahu karet dan lainnya sudah dipersiapkan termasuk dari tim kesehatan. Serta penyaluran bantuan berupa makanan dan pakaian, sudah kita persiapkan,” jelasnya

Sementara itu, Lukmanul Hakim, salah satu warga yang terdampak banjir mengatakan jebolnya tanggul sungai Citarum tersebut mengakibatkan air di aliran sungai meluap hingga ke pemukiman warga.

“Tadi malam jebol sekitar pukul 23.00, akibatnya desa yg terdampak banjir yaitu desa Sumbersari Sumbereja, Karangharja, Karangsegar sama Karangreja,” kata dia.

Lukman mengaku sudah mendapatkan distribusi bantuan makanan dari Dinsos serta Camat setempat. Selain itu, bantuan juga telah diterima dari Polda Metro Jaya, Kodam Jaya serta dari pihak swasta yang turut membantu.

Untuk diketahui, dari 19 kecamatan yang terendam, Pebayuran menjadi lokasi yang cukup parah. Ketinggian permukaan banjir di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Karawang ini mencapai 250 sentimeter. Tingginya banjir salah satunya disebabkan karena tanggul Sungai Citarum yang ambruk sehingga aliran air menerjang pemukiman serta ratusan bidang sawah.

Serupa dengan Pebayuran, banjir di Kecamatan Cibitung pun mencapai 2,5 meter. Selain itu, tiga banjir di tiga kecamatan lainnya pun cukup tinggi hingga mencapai 2 meter yakni Cikarang Timur, Cikarang Utara dan Kedungwaringin. Tingginya banjir disebabkan lantaran lokasi ini berdekatan dengan aliran sungai.

Selain itu, terdapat enam kecamatan lain yang ketinggian banjir di atas 1,5 meter yakni Cikarang Pusat, Serang Baru, Setu, Sukakarya, Tambun Selatan dan Tambun Utara. (BC)