BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek sebuah toko klontong di Perumahan graha Melasti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (11/05) malam. Dari lokasi tersebut, BNN berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 100 Kg lebih yang disimpan di dalam almari sebanyak 89 paket.
Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menjelaskan awalnya anggota BNN menerima informasi akan terjadi transaksi narkotika di wilayah Bekasi. Dari penyelidikan, petugas mencurigai sebuah truk yang berasal dari Pekan Baru, Riau.
Petugas lalu mengikuti truk tersebut dari gerbang tol Bintara sampai ke Tambun Selatan. Di Tambun Selatan, tepatnya di Perumahan Graha Melasti truk tersebut membongkar muatan berupa kelapa dan menyimpannya disebuah rumah yang merupakan toko kelontong.
“Usai truk dibongkar, barulah petugas menggerebek dan melakukan penggeledahan. Saat itu ditemukan narkoba jenis sabu seberat 100 kg lebih disimpan didalam almari sebanyak 89 paket,” ungkapnya, Minggu (12/05).
Selain menyita barang bukti bukti berupa 100 kg lebih sabu, petugas juga mengamankan FA yang diduga bertindak selaku kurir sekaligus penjaga gudang. Dari hasil pengembangan, disebutkan ada barang bukti lagi di Kranji.
Di lokasi tersebut, petugas menyita 97 paket sabu dari sebuah rumah kontrakan pada Minggu (12/01) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB serta mengamankan satu orang kurir sekaligus pengedar berinisial ZU.
“Jumlah barang bukti sabu yang disita (dari kedua tempat tersebut-red) kurang lebih 200 kg dan kita juga menemukan ekstasi 25 ribu butir serta happy five 4.000 butir. Ini juga belum pasti karena masih hitung bungkus besarnya,” kata dia.
Menurut dia, narkoba tersebut diduga didatangkan dari Malaysia dan dibawa masuk dari Pulau Sumatera menggunakan truk ke Jakarta dan Bekasi sebagai penyimpanan. “Narkoba dibawa dari Sumatera, tepatnya dari Provinsi Riau,” pungkas Arman. (BC)