Revitalisasi Pasar Baru Cikarang, Bupati Ingin Sistem BOT Tetap digunakan

BOT Pasar Baru Cikarang Teaterikal
BOT Pasar Baru Cikarang Teaterikal

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Sejumlah Pedagang Pasar Baru Cikarang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru (FKP2B) Cikarang melakukan audiensi dengan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin di ruang pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, Senin (10/04) sore.

BACA : Tolak Sistem BOT, Pedagang Pasar Baru Cikarang Duduki Gedung Dewan

Bacaan Lainnya

Dalam audiensi tersebut, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin mengaku akan tetap menerapkan sistem Build Operate Transfer (BOT) dengan pertimbangan harga sewa disesuaikan dengan kemampuan pedagang.

“Pada prinsipnya kita pertimbangkan apa yang mereka mau, prinsipnya kita pelajari bahwa bagaimana para pedagang ini tidak keberatan dengan harga yang ada, kemudian disisi lain kita juga sedang mempelajari dalam artian apakah PT. Sanjaya ini perform atau nggak,” ujar Neneng usai audiensi dengan perwakilan pedagang.

BACA : Tolak BOT Jilid II : Pedagang Pasar Baru Cikarang ‘Buka Lapak’ di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi

“Kalau gak perform, mungkin kita akan memikirkan agar diputus, tapi sejauh ini kita belum ada kontrak, belum ada apapun, cuman dia sebagai pemenang (tender), nanti kita cari solusi terbaik,” tambahnya.

BACA : Tolak BOT Jilid III : Sempat Bentrok dengan Polisi, Pedagang Pasar Baru Cikarang Tagih Janji Dewan

Kendati demikian, Neneng mengaku sulit untuk melakukan Revitalisasi pasar tanpa BOT, sekalipun harus memanfaatkan program Pemerintah Pusat yang akan merevitalisasi 1000 Pasar ataupun APBD Kabupaten Bekasi dengan sistem pembangunan multi years.

“Manfaatin Pemerintah Pusat mah kalau cuman pasar-pasar sekelas Pebayuran, Cabangbungin itu bisa, kalau yang disebelah SGC ini kan beda konsep,” bebernya.

BACA : Tolak BOT Jilid IV : Mahasiwa dan Pedagang Pasar Baru Cikarang Gelar Aksi Teaterikal

“Kalau dari APBD multi years juga kita tau sendiri anggota dewan kita gak mau multi years, dalam artian kita belum pernah melakukan multi years pasti sesuatu yang musti dikaji dulu,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Neneng mengatakan sistem BOT merupakan pola terbaik dalam merevitalisasi Pasar Baru Cikarang.  “Kita kemungkinan besar BOT, karena kan biayanya tinggi tapi bagaimana caranya juga supaya pedagang dapat harga murah,” tutupnya. (BC)

Pos terkait