BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Sampah menjadi isu yang tak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Semua lapisan masyarakat merasakan langsung dampak yang ditimbulkan bila sampah tak terkelola dengan tepat. Mulai dari sebatas pemandangan yang tak sedap akibat tumpukan sampah liar, hingga bencana banjir.
Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk memperbaiki sistem pengolahan sampah. Lebih lanjut, akan ada integrasi pada keseluruhan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi, mulai dari pengumpulan terpilah dari rumah hingga pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).
“Yang menjadi PR Pemkab itu, sebenernya sistem pengolahan sampah kita yang memang harus diperbaiki total, solusinya bisa melalui sistem pengangkutan yang lebih baik. Yang lebih ideal adalah bagaimana mengurangi sampah atau pengelolaan dilingkungan, ini akan kita kerjakan dua-duanya,” katanya, Jum’at (03/09).
Adapun sampah yang tidak bisa diolah akan ditarik ke TPAS Burangkeng. Namun, yang menjadi problem, TPAS Burangkeng sudah penuh.
Untuk itu, Dani mengaku sudah memanggil beberapa investor yang bisa memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang lebih ekonomis, sehingga bisa mengurangi penumpukan sampah dan pemanfaatan TPAS Burangkeng bisa lebih panjang.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen memperkuat fungsi bank sampah. Selain mendorong proses daur ulang yang memiliki manfaat ekonomi, bank sampah dapat mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah.
Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Khaerul Hamid mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan Pemerintah Daerah untuk memperkuat fungsi bank sampah adalah dengan membangun Bank Sampah Induk.
“Kita sudah rencanakan untuk pembangunan Bank Sampah Induk di Kabupaten Bekasi,” kata Khaerul Hamid, Jumat (06/08).
Bank Sampah Induk itu direncanakan dibangun di Pusat Daur Ulang (PDU) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara. Keberadannya akan menampung sampah bernilai ekonomis dari ratusan Bank Sampah Unit yang tersebar di Kabupaten Bekasi.
“Jadi proses pemilihan sampah bernilai ekonomi dari Bank Sampah Unit nantinya akan disalurkan dan dikelola oleh Bank Sampah Induk untuk dapat diteruskan ke pangsa pasar,” jelas dia.
Hamid optimis kehadiran bank sampah induk ini dapat menekan hingga 30 persen lebih volume sampah yang masuk ke TPAS Burangkeng. Apalagi, umur TPAS sendiri diketahui terbatas sehingga memerlukan upaya untuk mengurangi sampah yang masuk.
“Kita juga akan maksimalkan kembali kegiatan pemilahan sampah di 160 Bank Sampah Unit yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Hamid. (BC)