BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi selama dua pekan terakhir membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Ribuan warga terdampak mulai mengeluhkan berbagai penyakit seperti gatal-gatal, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga diare. Kondisi ini diperparah oleh lingkungan yang masih kotor akibat lumpur dan puing-puing sisa banjir.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Supriadinata, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim medis ke lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan. “Banjir tahun ini cukup luar biasa. Kami fokus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan mendirikan pos-pos kesehatan di wilayah terdampak, terutama di wilayah utara Kabupaten Bekasi,” kata dia, Senin (02/02).
Menurutnya, wilayah prioritas penanganan meliputi kecamatan Babelan, Tarumajaya, hingga Muaragembong. Selain mendirikan posko kesehatan, tim kesehatan juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi-lokasi banjir untuk memberikan layanan kepada masyarakat.
BACA: Lelah Langganan Banjir, Pemkab Bekasi Perbanyak Sodetan Hingga Perbaiki Tata Ruang
“Seluruh puskesmas di Kabupaten Bekasi telah kami instruksikan untuk beroperasi penuh selama 24 jam. Kami juga membagi tim medis menjadi lima kelompok yang terdiri dari tenaga kesehatan dari empat hingga lima puskesmas untuk menjangkau daerah-daerah terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Muaragembong, dr Ridwan Meito Tomanyira, mengatakan bahwa pihaknya telah menghadirkan layanan puskesmas keliling (pusling) untuk menjangkau warga terdampak banjir di desa-desa terisolasi. “Langkah ini kami lakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan meski akses menuju lokasi sulit akibat genangan air,” ungkap Ridwan.
Ia menambahkan bahwa petugas medis menggunakan perahu karet untuk mencapai lokasi-lokasi yang tidak dapat dilalui kendaraan darat. “Kami memberikan layanan medis secara jemput bola. Namun, kendala utama saat ini adalah keterbatasan stok obat-obatan. Kami sangat membutuhkan tambahan pasokan obat untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi per 2 Februari 2026 pukul 12.00 WIB, banjir masih menggenangi 162 titik yang tersebar di 28 desa di enam kecamatan. Sebanyak 27.838 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tahunan ini, dengan 991 KK atau sekitar 3.824 jiwa harus mengungsi ke 11 lokasi pengungsian yang telah disediakan pemerintah daerah. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















