BERITACIKARANG.COM, SUKAKARYA – Musim kemarau tak lagi membuat petani di sejumlah wilayah utara Kabupaten Bekasi waswas menghadapi kekurangan air. Beroperasinya Bendung Srengseng Hilir (BSH-0) membantu menjaga pasokan irigasi untuk 7.252 hektare lahan pertanian sehingga petani tetap bisa menjalankan musim tanam.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Sukakarya, Mulyana (44), mengatakan pasokan air yang lebih lancar memungkinkan petani di wilayahnya melakukan tanam serempak. Kondisi ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ketika sejumlah area persawahan kerap mengalami kekurangan air saat kemarau.
“Sekarang, meskipun musim kemarau, pasokan air tetap lancar dan masuk ke area persawahan. Petani bisa tanam serempak karena debit air sudah dapat diatur sehingga kebutuhan irigasi terpenuhi,” kata Mulyana.
Ia mengungkapkan, sebelum Bendung BSH-0 dibangun Pemerintah Kabupaten Bekasi, petani harus bergotong royong memasang cerucuk bambu dan batu kali untuk membendung aliran Kali Cikarang. Cara swadaya tersebut dilakukan agar air dapat dialihkan menuju Saluran Sekunder (SS) Srengseng Hilir dan menjangkau lahan persawahan.
BACA: Pekerjaan Dikebut, Bendung Srengseng Hilir Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Kekurangan air saat kemarau sebelumnya kerap dialami petani di sejumlah kawasan, termasuk Kampung Gamprit dan Gempol Payung. Kondisi itu mengganggu pola tanam dan menambah beban petani untuk memastikan kebutuhan air tanaman padi terpenuhi.
Setelah bendung tersebut berfungsi, distribusi air melalui SS Srengseng Hilir dinilai lebih terjaga. Pasokan air kini menjangkau kawasan pertanian di Kecamatan Sukakarya, termasuk Pulo Sirih dan Gempol Payung.
“Alhamdulillah, sekarang air sudah masuk ke sawah. Tanam bisa dilakukan secara bersamaan, tanaman padi tumbuh hijau, dan gangguan hama yang kami rasakan juga tidak banyak. Ini sangat membantu petani,” ujarnya.
Mulyana menyebutkan, luas lahan pertanian di Kecamatan Sukakarya mencapai hampir 3.767 hektare. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, petani di wilayah tersebut berpeluang menjalankan hingga tiga kali musim tanam dalam setahun.
BACA: Ratusan Hektare Sawah Dilanda Kekeringan, Petani di Kabupaten Bekasi Swadaya Bendung Kali CBL
Bendung BSH-0 yang rampung dibangun pada akhir 2025 itu berfungsi mengatur distribusi air menuju Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan SS Srengseng Hilir. Aliran sepanjang kurang lebih 38 kilometer tersebut melintasi tujuh kecamatan, yakni Karangbahagia, Sukatani, Tambelang, Sukawangi, Sukakarya, Cabangbungin, dan Muaragembong, hingga wilayah hilir di Desa Pantai Harapan Jaya.
Bagi petani, kelancaran irigasi memberikan kepastian dalam menjalankan musim tanam sekaligus mendukung produktivitas pertanian. Sebagai bentuk rasa syukur atas pasokan air yang lebih lancar, petani setempat bahkan menggelar selamatan musim tanam.
“Air yang cukup membuat petani lebih tenang menjalani musim tanam. Kami berterima kasih karena kebutuhan air sawah kini lebih terpenuhi,” pungkasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















