Fenomena War Takjil, Bukti Keharmonisan dan Toleransi Antar Umat Beragama di Kabupaten Bekasi

Kegiatan berbagi takjil antar umat beragama yang diinisiasi FKUB Kabupaten Bekasi di area Taman Sehati, Komplek Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur, Jum’at (05/04) sore.
Kegiatan berbagi takjil antar umat beragama yang diinisiasi FKUB Kabupaten Bekasi di area Taman Sehati, Komplek Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur, Jum’at (05/04) sore.

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG TIMUR –  Istilah war takjil lagi populer-populernya di Ramadan tahun ini. Istilah ini mengacu pada perburuan takjil, makanan untuk berbuka puasa, yang bukan hanya dilakukan oleh umat Islam yang menjalani puasa, namun juga oleh umat non islam.

BACA: Kabupaten Bekasi Siapkan Tempat War Takjil di Ramfest 3.0

Bacaan Lainnya

Ketua Forum Kerukunan Umat Bergarama (FKUB) Kabupaten Bekasi, Profesor Mahmud menanggapi dengan positif fenomena tersebut karena menurutnya fenomena ini bukan berarti perang yang menyebabkan perpecahan, namun menggambarkan keharmonisan dan toleransi antar umat beragama.

“Ada yang war takjil, ada pula majelis agama yang rutin membagikan takjil gratis. Seperti yang dilakukan hari ini. Jadi buat saya itu (fenomera war takjil) luar biasa karena diolah sedemikian rupa sehingga booming maka digunakan istilah-itilah yang mengagetkan padahal prakteknya positif,” kata Profesor Mahmud disela-sela kegiatan berbagi takjil antar umat beragama di area Taman Sehati, Komplek Stadion Wibawamukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jum’at (05/04) sore.

Pada kegiatan ini, sedikitnya 3.500 porsi takjil gratis dibagikan ke masyarakat untuk berbuka puasa. Ribuan takjil tersebut  disediakan oleh berbagai umat beragama yang ada di Kabupaten Bekasi baik Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan  Konghucu.

“Ini menunjukan bahwa toleransi dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Bekasi berjalan baik. Karena faktanya diantara kita (FKUB Kabupaten Bekasi) kekompakannya, kebersamaannya dahsyat. Jadi dalam hitungan beberapa hari kita sepakati  itu (takjil yang terkumpul untuk dibagikan) luar biasa jumlahnya,” kata dia.

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, mengatakan baik fenomena war takjil maupun kegiatan berbagi takjil yang dilakukan antar umat lintas agama ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayahnya semakin dewasa dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.

“Tentu ini harus kita syukuri, harus kita kembangkan terus, bagai mana kita membangun kehidupan umat beragama dengan riang bergembira. Perbedaan bukanlah untuk kita saling bermusuhan tetapi justru rahmat untuk memperkaya kehidupan kita,” katanya. (dim)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait