Ditemukan Klaster Covid-19 di PT Unilever, Bupati Bekasi Instruksikan Semua Industri Diawasi

PT Unilever Indonesia Savory Factory
PT Unilever Indonesia Savory Factory

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA  – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja langsung mengintruksikan perangkat daerah untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di sektor industri. Langkah ini dilakukan menyusul ditemukannya klaster baru penyebaran covid-19 di PT Unilever Indonesia.

Akibat klaster baru itu, angka terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Bekasi kembali melonjak.  Padahal sejak dua pekan lalu tidak ada peningkatan jumlah kasus. Klaster ini membuat jumlah terkonfirmasi positif di Kabupaten Bekasi menjadi 284 kasus dengan 224 sembuh dan 20 meninggal. Sedangkan total kasus aktif berjumlah 40 kasus.

Bacaan Lainnya

“Kabupaten Bekasi ini kan daerah industri, jadi harus betul-betul dijaga, jangan sampai ada lagi penambahan klaster-klaster covid-19 yang baru lagi. Apalagi sektor Industri. Makanya harus diawasi bagaimana protokol kesehatannya di sana,” kata Eka, Jumat (03/07).

Sebelumnya, sebanyak kurang lebih 21 orang karyawan PT Unilever Indonesia dinyatakan terkonfirmasi Positif COVID-19. Hal ini diketahui dari hasil swab test yang dilakukan terhadap seluruh karyawan perusahaan tersebut.

“Benar, kami juga telah menelusuri hal tersebut. Sebanyak 21 karyawan di PT Unilever dinyatakan positif dan telah dilakukan isolasi baik di rumah sakit atau wisma rujukan pemerintah dan ada juga yang isolasi mandiri, ” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah.

Ia menjelaskan, swab test juga telah dilakukan kepada 265 karyawan yang ada di perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan  yang beroperasi di Desa Harjamekar, Kecamatan Cikarang Utara itu juga telah menghentikan operasionalnya untuk sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Semua karyawannya sudah dilakukan swab test dan perusahannya juga telah berhenti beroperasi untuk sementara,” jelasnya.

Alamsyah menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dan panik dengan adanya klaster baru ini. Sebab, tindakan yang dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat di lingkungan sekitar sudah dilakukan dengan sangat ketat dan sudah sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kepada seluruh masyarakat dihimbau untuk tidak perlu kahwatir mengenai kontaminasi produk, karena sejauh ini belum ada bukti transmisi penyakit melalui barang konsumen atau produk sehari-hari, baik selama wabah ini atau wabah yang serupa sebelumnya (misalnya SARS), untuk itu kemungkinan adanya hal ini sangat kecil untuk terjadi.” tutupnya.  (BC)

Pos terkait