Anaknya Tidak diterima di Sekolah Negeri, Warga Sumberjaya Datangi SMAN 4 Tambun Selatan

Sejumlah warga sekaligus orang tua murid yang anaknya tidak diterima, saat berdialog dengan pihak sekolah dan komite SMAN 4 Tambun Selatan, Selasa (23/08).
Sejumlah warga sekaligus orang tua murid yang anaknya tidak diterima, saat berdialog dengan pihak sekolah dan komite SMAN 4 Tambun Selatan, Selasa (23/08).

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Kantor SMAN 4 Tambun Selatan didatangi sejumlah warga Desa Sumberjaya, Selasa (23/08). Mereka meminta agar anak-anaknya dapat masuk di sekolah negeri yang berada di Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan itu.

“Jadi sebelumnya antara pihak Desa, pihak sekolah dan pihak komite sudah sepakat jika sekolah ini  (SMAN 4 Tambun Selatan – red) akan menerima tambahan siswa sebanyak 114 orang anak yang berasal dari Desa Sumberjaya,” kata Idham Kholik, salah seorang perwakilan warga.

Bacaan Lainnya

Hanya saja, kata dia, pada saat penerimaan ada temuan sejumlah siswa dari luar desa yang diterima, sehingga ada 6 orang anak yang berasal dari Desa Sumberjaya tidak diterima.

Wakil Kepala SMAN 4 Tambun Selatan, Triswanto saat menemui warga menyatakan pihaknya sudah berusaha mengakomodir sebanyak 114 anak Desa Sumberjaya. Karena keterbatasan ruang KBM, pihaknya terpaksa tidak bisa menerima tambahan murid lagi. Apalagi, banyak yang mengajukan murid baru dari luar Desa Sumberjaya.

“Kami akan mencoba mengakomodir keinginan warga untuk menerima ke 6 orang anak dari Desa Sumberjaya yang belum diterima masuk di SMAN 4 Tambun Selatan itu,” kata dia.

Hanya saja, pihaknya akan membicarakannya terlebih dahulu permasalahan ini dengan pihak internal sekolah maupun Dinas Pendidikan. “Kami hanya meminta kepada mereka, setelah ke-6 anak ini diterima, jangan sampai ada lagi yang memaksakan masuk kembali ke SMAN 4 Tambun Selatan,” ucapnya.

Pasalnya, lanjut dia, saat ini masing-masing kelas di SMAN 4 Tambun Selatan, sudah ditempati 50 anak. Jumlah itu sudah melewati batas rasio belajar yang ideal yaitu 40 anak per kelas. “Apalagi, kami juga sudah menggunakan lab sebagai kelas, sehingga kami justru kasihan pada anak-anaknya nanti,” tuturnya. (BC)

Pos terkait