87 Perumahan Terendam Banjir, Warga Ngadu ke DPRD Minta Pengembang Tanggung Jawab

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi menggelar rapat dengar pendapat dengan warga terdampak banjir di Perumahan Puri Nirwana Residence (PNR) dan warga sekitar Cikarang International City (Cinity), pihak pengembang serta perangkat daerah terkait di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Rabu (11/02).
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi menggelar rapat dengar pendapat dengan warga terdampak banjir di Perumahan Puri Nirwana Residence (PNR) dan warga sekitar Cikarang International City (Cinity), pihak pengembang serta perangkat daerah terkait di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Rabu (11/02).

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Sebanyak 87 perumahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi tercatat terendam banjir pada pertengahan hingga akhir Januari 2026 lalu. Perumahan-perumahan subsidi tersebut mayoritas dibangun di dekat aliran sungai yang melintas di Kabupaten Bekasi.

Adapun wilayah yang terdampak banjir meliputi kawasan yang melintasi Jalan Pantura, mulai dari Kecamatan Cikarang Utara, Cikarang Barat, Cibitung, Tambun Selatan, Kedungwaringin, Karangbahagia, Sukatani, Cabangbungin, Tambelang, Sukawangi, Babelan hingga Tambun Utara.

Bacaan Lainnya

Selain meningkatnya debit air sungai yang berasal dari wilayah hulu serta curah hujan tinggi, banjir di 87 perumahan tersebut juga dipicu adanya penyebab lain seperti penyempitan aliran sungai, sedimentasi yang tinggi, serta sumbatan di sejumlah titik aliran sungai.

BACA: Banjir Masih Rendam 117 Lokasi di Kabupaten Bekasi, DPRD Dorong Penyusunan Masterplan Drainase

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo mengatakan pasca banjir, pihaknya menerima sejumlah keluhan dari warga perumahan yang terdampak, termasuk warga Perumahan Puri Nirwana Residence (PNR) dan warga yang bermukim di sekitar proyek pembangunan Cikarang International City (Cinity).

“Tadi baik PNR maupun Cinity mengaku siap melakukan penanganan tapi harus ada mitigasi jangka pendek dan panjangnya. Untuk itu setelah ini ada pertemuan lanjutan untuk membahas sisi teknisnya,” kata Ombi usai menghadiri  rapat dengar pendapat dengan warga terdampak banjir, pihak pengembang serta perangkat daerah terkait di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Rabu (11/02).

Ombi memastikan bahwa semua aspirasi warga akan ditampung dan dibahas untuk mencari solusi permanen agar kejadian serupa tidak terulang. “Agenda untuk pembahasan secara menyeluruh sudah dijadwalkan sehingga kami akan panggil seluruh pengembang agar hal seperti ini tidak terulang,” kata dia.

Riski (29), warga PNR mendesak agar pengembang bertanggung jawab atas banjir yang merendam pemukiman mereka.  Selama bulan Januari, warga telah kebanjiran berulang kali. “Setiap hujan turun pikiran langsung was-was. Sampai sekarang hujan masih terus turun. Kami butuh solusi agar tidak banjir lagi,” keluhnya.

Berbeda dengan PNR, Cinity sebenarnya tidak terendam. Namun sejak perumahan tersebut dibangun, pemukiman warga di sekitar justru kebanjiran. Warga pun mendesak agar pengembang perumahan maupun pihak-pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Sudah 15 tahun warga tinggal di sekitar situ tidak pernah sama sekali banjir. Lalu pas ada perumahan baru ini, di bulan Januari kemarin langsung dua kali kebanjiran. Maka kami jelas mendesak ini segera ada solusi,” kata Ainur Rofiq, Ketua PC PMII Kabupaten Bekasi. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait