Soal Protes PRB di Stadion Mini Sukatani, Kadisbudpora: Udah Clear Kok

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Kepala Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni memastikan protes yang sempat dilayangkan sejumlah pihak atas penggunaan Stadion Mini Sukatani sebagai lokasi Pekan Raya Bekasi (PRB) telah tuntas.

“Udah clear (tuntas-red) kok. SSB-nya juga udah kita kasih tau bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi akan bikin PRB. Dan itu juga kita perbolehkan karena penyelenggaran PRB itu kan Pemda Kabupaten Bekasi, bukan swasta. Kalau swasta nggak bisa kita kasih, kita larang,” kata Nani, Senin (29/10).

Bacaan Lainnya

Adapun kerusakan sebagai dampak dari penyelenggaran kegiatan itu, Nani menyatakan Pemda Kabupaten Bekasi akan memperbaikinya melalui anggaran Pemkab Bekasi di tahun 2019. “Nanti dari pemerintah (yang memperbaiki-red) kita anggarkan di 2019,” ucapnya.

Sementara itu Sekretaris ASKAB PSSI Kabupaten Bekasi, Suryadi  berharap penyelenggaran PRB tahun ini menjadi yang terakhir kalinya dilaksanakan di stadion mini.

“Iya, infonya tahun-tahun mendatang stadion mini, akan diperbaiki dan tidak ada lagi sarana olahraga dipakai kegiatan pameran,” ucapnya.

Oleh karenanya, kedepan pihaknya mendorong agar Pemda Kabupaten Bekasi membuat regulasi pemanfaatan Sarana Olahraga di Kabupaten Bekasi untuk kegiatan non olahraga.

“Kegiatan apa-apa saja yang masih dibolehkan dan tidak untuk di stadion mini. Kayak upacara peringatan 17 agustus, hari besar nasional itu boleh tetapi dengan syarat tertentu, misalnya tidak ada panggung atau tenda di tengah lapangan,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, penyelenggaraan Pekan Raya Bekasi (PRB) tahun 2018 yang rencananya bakal digelar pada tanggal 02-11 November 2018 di Kecamatan Sukatani menuai protes. Pasalnya lokasi yang dipilih untuk penyelenggaraan pameran pembangunan Pemkab Bekasi itu adalah Stadion Mini Sukatani.

Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Muda Sukatani, Aang Sutrisna mengaku keberatan dengan dipilihnya Stadion Mini Sukatani sebagai lokasi acara yang menjadi agenda tahunan Pemkab Bekasi itu.

“Kita sebetulnya mendukung kegiatan pameran ini, tetapi alangkah lebih bijaknya kalau pemerintah tidak menggunakan lapangan sepakbola sebagai lokasi kegiatannya,” kata Aang Sutrisna, Kamis (25/10).

Aang mengaku khawatir pasca kegiatan pameran, lapangan sepakbola yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga akan rusak. Apalagi saat ini memasuki musim penghujan dan besar kemungkinan lapangan akan dipenuhi lumpur, rumput hilang dan sampah yang berserakan.

“Bahkan saya juga dapat informasi pagar pembatas lapangan akan dibongkar untuk memudahkan akses keluar masuk pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan itu. Itu kan sama saja dengan pengrusakan,” keluhnya.

Dikatakan Aang, biasanya lapangan ini digunakan oleh anak-anak dan juga klub bola untuk latihan, termasuk para pelajar di wilayah setempat untuk berolahraga. Jikalau lapangan rusak, maka bisa dipastikan tak bisa digunakan lagi.

“Seharusnya aset ini bisa dijaga secara bersama-sama. Kalau nanti hancur ya siapa bertanggung jawab? Prosesnya juga pasti lama,” kata dia.

Perwakilan dari panitia penyelenggara Pekan Raya Bekasi, Ibu Ani dari Keyza Pratama Kreasi mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa Stadion Mini Sukatani yang dipilih sebagai lokasi kegiatan tersebut.

“Itu Kemaren dari Bupati Pak, dari Dinas semua. Aku mah ngikut aja pak,” singkatnya melalui pesan pendek.

Sementara Kepala Sub Bidang Sarana Prasarana Bidang Ekonomi Pemkab Bekasi, Rakimin mengatakan penunjukan Stadion Mini Sukatani merupakan hasil rekomendasi yang diterima Pemkab Bekasi dan telah didiskusikan sebelumnya dengan pihak-pihak terkait di kecamatan setempat.

“Sudah kita diskusikan semuanya dan kalaupun ada kerusakan dan lain sebagainya nanti akan diperbaiki,” kata dia. (BC)

Pos terkait