Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek & Dikti Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Agus Indarjo
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek & Dikti Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Agus Indarjo dan Pendiri Yayasan Pelita Bangsa, Ir Mardiana saat ditemui usai menghadiri peresmian Universitas Pelita Bangsa, Sabtu (21/09).

Resmi, Pelita Bangsa Kini Jadi Univesitas

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG SELATAN – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Pelita Bangsa saat ini telah berafiliasi dan menjadi pergauruan tinggi baru yakni Universitas Pelita Bangsa. Hal itu ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Nasional Republik  Indonesia Nomor : 664/KPTI/I/2019 pada tanggal 02 Agustus 2019 lalu.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek & Dikti Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Agus Indarjo mengatakan keberadaan Universitas Pelita Bangsa diharapkan mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan trampil.

“Apalagi di Cikarang ini jumlah industrinya luar biasa banyak sehingga dengan hadirnya Universitas Pelita Bangsa diharapkan kebutuhan SDM yang unggul dan trampil baik di bidang etrerpreneur maupun industri bisa terpenuhi,” kata Agus Indarjo saat ditemui usai menghadiri perempian Universitas Pelita Bangsa di Jl. Inspeksi Kalimalang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Sabtu (21/09).

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengaku  kehadiran Universitas Pelita Bangsa telah meringankan tugas pemerintah, khususnya dalam rangka memberikan pendidikan kepada masyarakat.

“Karena ujung-ujungnya nanti masyarakat Jawa Barat memiliki ilmu, memiliki peluang untuk bekerja dan menciptakan lapangan kerja. Sebenarnya ini tugas pemerintah. Oleh karena itu saya berterima kasih,” kata Uu.

Mantan Bupati Tasikmalaya itu menambahkan, selain mengembangkan kemampuan mahasiswa univesitas juga mempunyai tugas membentuk watak yang berkorelasi dengan karakter dan akhlak mulia.

“Moral integritas adalah yang paling utama, ahlak nomor hiji. Karena sehebat apapun keilmuan kita, sebanyak apapun titel pada nama kita, kalau kita tidak punya moral dan akhlak kita tidak ada harganya di masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu pendiri Yayasan Pelita Bangsa, Ir. Mardiana berharap saat lulus nanti para mahasiswa dapat mengimplementasikan motto ‘megah’ yang saat ini dipakai juga sebagai motto Universitas Pelita Bangsa.  Adapun maksud dari ‘megah’ adalah moral tinggi, entrepereuship, gigih dalam berkarya dan ahli di bidangnya.

“Kami tentunya bersyukur telah mendapat kepercayaan dari pemerintah. Dengan kepercayaan yang diberikan, tentunya kami juga akan berkomitmen untuk terus bergerak maju agar menjadi lebih baik lagi,” kata dia. (BC)

Baca Juga

PMII Pelita Bangsa Adakan Pelantikan Pengurus dan Diskusi Wawasan Kebangsaan

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pelita Bangsa Cikarang mengadakan pelantikan pengurus …