BERITACIKARANG.COM, MUARAGEMBONG – Banjir masih melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi, memaksa warga untuk mengandalkan perahu sebagai alat transportasi utama. Genangan air yang merendam jalan-jalan utama membuat aktivitas sehari-hari warga hanya bisa dilakukan melalui jalur air.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Bekasi per 3 Februari 2026 pukul 12.00 WIB, masih terdapat 103 titik banjir yang tersebar di 22 desa pada enam kecamatan. Yakni Sukatani, Pebayuran, Cabangbungin, Babelan, Terumajaya dan Muaragembong.
Karim (40), seorang warga Kampung Penombo, Desa Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, menjelaskan bahwa kondisi banjir yang telah berlangsung selama hampir tiga minggu ini memaksa warga menggunakan perahu untuk beraktivitas. “Banjir udah hampir tiga mingguan. Untuk transportasi kebanyakan pakai perahu karena jalur darat tidak bisa dilalui,” ujarnya.
BACA: BPBD Catat Banjir, Longsor Hingga Angin Puting Beliung Terjadi di Kabupaten Bekasi
Ia menambahkan bahwa banjir di wilayahnya disebabkan oleh luapan Sungai Ciherang dan Sungai Citarum. Ketinggian air bervariasi di beberapa titik, dengan lokasi terdalam mencapai dua meter, sementara di titik terendah sekitar setengah meter. “Paling dalam itu dua meteran, yang paling rendah sekitar setengah meteran,” kata Karim.
Meski banjir mengganggu aktivitas warga, Karim menyebut bahwa masyarakat tetap berusaha menjalankan kegiatan sehari-hari. “Untuk aktivitas di sekitar sini warga menggunakan perahu, kalau untuk antar desa baru warga menggunakan sepeda motor,” jelasnya.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda surutnya banjir di beberapa wilayah yang masih terdampak. Warga berharap pemerintaj dan pihak terkait dapat memberikan bantuan serta solusi untuk mengatasi banjir yang terus berulang ini.
“Kalau dibagian sini (bantuan) belum ada. Tapi dilokasi yang airnya sampai dua meter sudah banyak yang datang dan melihat langsung. Mudah-mudahan banjirnya cepet surut dan ada perbaikan,” kata dia. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
















