Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja

Pemkab Bekasi Bertekad Pertahankan Predikat Kabupaten Sehat

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tengah menyiapkan diri menjadi Kabupaten Sehat 2021. Melalui program tersebut, Pemkab Bekasi berkomitmen mewujudkan kabupaten yang bersih, aman, nyaman dan sehat demi menuju Indonesia Sehat.

“Tentu saja ini menjadi komitmen kami bersama untuk mewujudkan kabupaten sehat. Ini penting, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, kesehatan merupakan hal yang utama,” kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Minggu (01/11)

Komitmen Pemkab Bekasi ini selaras dengan program Kabupaten/Kota Sehat yang digalakkan Menteri Kesehatan bersama Menteri Dalam Negeri dalam penghargaan Swasti Saba.

BACA: Kabupaten Bekasi Raih Penghargaan ‘Swasti Saba Padapa’

Pada 2019 lalu, Eka menerima penghargaan Swasti Saba Padapa bersama 177 bupati/wali kota dan enam gubernur lain. Berbekal hal tersebut, Eka menargetkan prestasi serupa pada ajang dua tahunan itu. “Tidak hanya sekadar penghargaan tapi bagaimana kita benar-benar mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih sehat,” ucapnya.

Salah satu upaya untuk mewujudkan komitmen tersebut di antaranya dengan mengubah perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2020, Pemkab Bekasi mengalokasikan pembangunan toilet secara massal di setiap sekolah dasar maupun menengah pertama.

Berdasarkan data Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, terdapat 488 toilet yang dibangun di setiap sekolah dengan anggaran mencapai Rp 98 miliar. Ditargetkan, pembangunan toilet secara massal ini selesai pada pertengahan Desember tahun ini.

“Jadi ini sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah mendukung program KKS atau kabupaten kota sehat. Totalnya ada 488 sekolah yang WC atau toiletnya dibangun. tersebar di 23 kecamatan,” ujar Kepala Bidang Bangunan Negara Benny Sugiarto Prawiro.

Pembangunan toilet ini dilakukan dengan menerapkan konsep adaptasi kebiasaan baru. Di setiap sekolah nantinya akan dibangun dua ruang toilet, dua unit urinoar, tempat wudu dan tujuh wastafel.

“Sebanyak lima wastafel di antaranya mengusung konsep new normal dengan menggunakan mekanisme keran injak. Wastafel ini bukan cuma dipasang di toilet tapi jg di sekitar area sekolah. Jadi sebelum masuk sekolah, para siswa cuci tangan dulu,” ucap dia.

Untuk menjaga ketersediaan air, kata Benny, maka digunakan dua sistem tempat penyimpanan yaitu dengan menggunakan ground water tank atau GWT kapasitas 1.000 liter dan juga water torn kapasitas 1.050 liter. “Sedangkan untuk kelancaran distribusi air digunakan dua unit pompa air,” ucapnya.

Kepala Seksi Perencanaan Bangunan Negara Augusta Danny Indrayana menambahkan, setiap toilet menggunakan septic tank biofilter dimana  ruang di dalamnya selain untuk menampung kotoran juga berfungsi sebagai media filtrasi dengan menggunakan media cell dan bakteri.

“Jadi itu bersifat mengurai limbah. Sehingga setic tank biofilter ini akan lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan septic tank konvensional,” ucap dia. (***)