Klaster LG Bertambah Empat Orang, Penyebaran Terjadi Sporadis

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA  – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi mencatat karyawan yang terinfeksi covid-19 di PT LG Electronic Indonesia bertambah empat kasus menjadi 242 orang. Diketahui penyebaran pada klaster industri ini terjadi secara sporadis.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19, dr. Irfan Maulana mengatakan, kasus terkonfirmasi positif ini didapat setelah pihaknya beserta perusahaan melakukan tes usap pada 776 sampel. Dari jumlah tersebut, 25 orang di antaranya kini tengah menjalani perawatan.

“Dari 238 kasus semua terjadi penambahan empat kasus jadi 242 kasus. Ini hasil dari karyawan, dari total 776 sampling. Yang dirawat 25 orang tersebar di rumah sakit DKI Jakarta, Kota bekasi dan Kabupaten Bekasi,” kata dr. Irfan di pusat isolasi Badan Pelayanan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang, Rabu (26/08).

Mereka yang dirawat, lanjut Irfan, karena mengalami berbagai gejala baik ringan hingga berat. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri karena tidak ditemukan gejala.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, kata Irfan, klaster di pabrik elektronik asal Korea Selatan ini berasal kasus impor. Diduga kasus berawal dari karyawan yang terinfeksi covid-19 di luar perusahaan kemudian menularkannya hingga ke ratusan karyawan lainnya.

“Jadi yang bisa saya sampaikan kasus LG ini adalah kasus sporadis imported case. Yang pertama mereka dari zona merah, tinggal di zona merah, bekerja di Kabupaten Bekasi, terjadi transmisi, cluster of case. Dan itu menjadi awalnya itu,” ucap dia.

Dugaan ini muncul lantaran banyak karyawan yang tinggal di luar Kabupaten Bekasi. Maka dari itu, beberapa di antaranya dirawat di daerah lain, semisal DKI Jakarta dan Kota Bekasi.

“Tidak bisa dipungkiri Kabupaten Bekasi beririsan langsung dengan Kota Bekasi dan Jakarta. Banyak masyarakat yang bekerja di Kabupaten Bekasi tinggal di Jakarta dan Kota Bekasi, begitupun sebaliknya,” ucap dia.

Irfan menambahkan, jumlah terkonfirmasi positif ini bisa jadi bertambah. Soalnya Gugus Tugas masih melacak penyebaran covid-19 pada keluarga karyawan dan lingkungan sekitar pabrik.

“Sudah dilakukan tracing oleh Dinas Kesehatan. Sebagian yang sudah kontak erat dengan karyawan LG sudah dilakukan swab dan sedang melakukan isolasi mandiri. Namun hasilnya masih belum keluar. Masih menunggu satu sampai dua hari ke depan,” ucap dia.

Di sisi lain, Irfan mengapresiasi langkah perusahaan yang senantiasa bersinergi dalam penanganan kasus ini.

General Manager PT LG Electronic Indonesia, Budi Hartono mengakui, munculnya klaster baru ini membuat pihak perusahaan terpukul. Mereka pun harus menghentikan operasional pabrik dan fokus penanganan covid-19.

“Benar ini pukulan tapi kami akan memenej ini sebaik mungkin, dengan arahan dari pemerintah semoga ini bisa pulih kembali,” ucap dia.

Budi memastikan para karyawan yang kini terkonfirmasi covid-19 telah ditangani dengan monitoring ketat, baik oleh perusahaan atau Gugus Tugas.

“Perusahaan sejak senin kemarin stop beroperasi, sekarang kami fokus kepada karyawan dulu, pemulihan dan perbaikan yang dilakukan, kami bisa memberikan jaminan kesehatan sebelum kembali beroperasi. Asesmen juga sangat erat. Kami harapkan akan bisa beroperasi kembali setelah kami bisa memastikan keamanan,” ucap dia.

Seperti diketahui, lebih dari 200 karyawan PT LG Electronic Indonesia terkonfirmasi positif covid-19. Perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100, Desa Gandamekar, Kecamatan Cikarang Barat ini pun ditutup hingga 14 hari untuk menekan penyebaran virus. (BC)