Kena Gusur Tol, Orang Tua dan Murid SDN 03 Ciledug Jalan Kaki 2,8 KM ke ‘Sekolah Baru’

Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan, salah satunya SDN 03 Ciledug di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Akibat proyek ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SD tersebut harus dipindahkan sementara ke SMPN 5 Setu dengan sistem berbagi waktu sejak kurang lebih 3 pekan lalu.
Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan, salah satunya SDN 03 Ciledug di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Akibat proyek ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SD tersebut harus dipindahkan sementara ke SMPN 5 Setu dengan sistem berbagi waktu sejak kurang lebih 3 pekan lalu.

BERITACIKARANG.COM, SETU – Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan, salah satunya SDN 03 Ciledug di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Akibat proyek strategis nasional  ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SD tersebut harus dipindahkan sementara ke SMPN 5 Setu dengan sistem berbagi waktu sejak kurang lebih 3 pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Siswa SMP menggunakan fasilitas di pagi hari, sementara siswa SD belajar pada siang hingga sore.

Salah satu orang tua murid, Yuli (39) mengungkapkan meskipun KBM tetap berjalan, ruang kelas yang digunakan saat ini terasa sempit.

Beberapa kelas bahkan disekat untuk menampung dua rombongan belajar (rombel), dengan setiap rombel diisi sekitar 27 hingga 30 siswa.

Kondisi ini juga membuat beberapa meja harus ditempati oleh tiga siswa sekaligus.

“Anak saya sering mengeluh kalau kelasnya sempit dan gerah,” ungkapnya, Selasa (10/02).

Ia berharap pemerintah segera merelokasi sekolah ke lokasi baru agar anak-anak mereka dapat belajar dengan nyaman seperti di sekolah sebelumnya.

BACA: 2 Lokasi Jadi Alternatif Relokasi SDN Burangkeng 04, Pemkab Bekasi Tunggu Validasi ATR/BPN

Ika (34) orang tua murid lainnya bahwa jarak ke sekolah baru menjadi kendala besar dia dan anaknya yang masih duduk di bangku kelas 1.

Jika sebelumnya hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit berjalan kaki, kini mereka harus menempuh perjalanan hampir 55 menit untuk mencapai SMPN 05 Setu yang berjarak sekitar 2,8 kilometer dari rumahnya.

“Dulu dekat, jalan kaki nggak sampai 10 menit. Sekarang berangkat dari rumah jam 11 siang, sampai sekolah hampir jam 12 karena jaraknya jauh banget,” keluh Ika.

Ia juga mengaku tak mampu membayar jasa antar jemput seperti ojek motor yang biayanya mencapai Rp15 ribu per hari.

“Kalau sebulan bisa habis Rp360 ribu. Duit dari mana saya, Pak? Jadi ya terpaksa antar anak jalan kaki setiap hari,” ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Hudaya, menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan proses penilaian untuk menentukan lokasi relokasi  SDN 03 Ciledug.

Saat ini, terdapat tiga lokasi alternatif yang telah diusulkan oleh pihak sekolah dan pemerintah desa.

“Prosesnya sudah sampai pada tahap penilaian tiga lokasi alternatif. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa parameter, seperti jarak dari lokasi lama, kondisi fisik tanah, status administrasi lahan, hingga aspek pendukung lainnya,” jelas Hudaya.

Ia menambahkan bahwa setelah lokasi terpilih ditetapkan melalui Keputusan Bupati Bekasi, dokumen akan diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalan Tol untuk proses lebih lanjut, termasuk pembangunan sekolah pengganti dan penilaian aset sekolah lama.

“Setelah lokasi ditetapkan melalui keputusan bupati, data tersebut akan kami serahkan kepada PPK Pembangunan Jalan Tol untuk ditindaklanjuti,” tutup Hudaya. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait