BERITACIKARANG.COM, CIKARANG PUSAT – Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup mengklaim system keamanan gedung milik Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Kabupaten Bekasi di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, memadai. Insiden hilangnya belasan komputer di BLK tersebut beberapa waktu lalu juga sudah ditangani.
“Sudah diproses oleh pihak kemananan dan progresnya kita masih menunggu. Kalau upaya preventif kita sudah maksimal. Petugas Kamdal (Kemanan Dalam) nya ada, CCTV-nya ada dan lampunya juga terang,” kata Suhup, Senin (23/05).
Suhup menjelaskan salah satu faktor yang mempengaruhi pihaknya sulit mengidentifikasi pelaku karena pelaku menggunakan kaosnya sebagai penutup wajah atau topeng saat menjalankan aksinya.
“Kalau CCTV jumlahnya nggak minim dan memang hanya untuk di dalam (ruangan) saja. Nah pinternya maling itu, jadi dia menggunakan kaosnya buat menutupi wajahnya,” kata dia.
Sebelumnya, sebanyak 12 komputer di UPTD BLK Kabupaten Bekasi hilang digondol maling.
Kepala UPTD BLK Kabupaten Bekasi Ahmad Ridwan mengatakan belasan komputer yang hilang biasa digunakan untuk pelatihan jurusan administrasi perkantoran.
“Ya benar, ada 12 komputer yang hilang di ruang latihan jurusan administrasi perkantoran,” kata Ahmad, Jumat (06/05).
Ahmad menjelaskan aksi pelaku tersorot CCTV yang ditempatkan di dalam ruangan gedung. Berdasarkan rekaman tersebut, pelaku memanfaatkan masa cuti Lebaran 2022 saat melakukan pencurian.
“Kalau dilihat di CCTV, pencurian dilakukan hari Sabtu tanggal 30 April 2022, jam setengah dua dini hari. Ada dua pelakunya,” ucapnya.
Pihaknya baru mengetahui belasan komputer hilang ketika seorang petugas kemanan berpatroli pada Rabu (04/05) lalu.
“Kami ada petugas keamanan dua orang tiap harinya. Baru diketahui pas tanggal 4 Mei, ketika petugas keamanan melakukan kroscek ke seluruh gedung untuk melihat keamanan yang ada di gedung-gedung di BLK,” kata Ahmad.
Saat itu pula pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tambun dan ditindaklanjuti dengan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Sudah laporan dan sudah dicek di lapangan langsung oleh Wakapolsek dan empat orang anggota, didamping Binmaspol Desa Srimahi dan Kecamatan Tambun Utara,” ungkapnya.
Kasus pencurian ini, sambung Ahmad, terjadi untuk pertama kalinya sejak UPTD BLK Kabupaten Bekasi difungsikan pada 2020 lalu. (dim)