Heboh Menu MBG di SMPN 8 Tambun Selatan Ada Belatung, Kepala Sekolah: Hanya Satu Rantang

- Sebuah video yang memperlihatkan adanya belatung pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Tambun Selatan viral jejaring di media sosial. Dalam video tersebut, belatung terlihat berada di dalam sosis yang disajikan bersama nasi goreng dalam satu rantang makanan.
- Sebuah video yang memperlihatkan adanya belatung pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Tambun Selatan viral jejaring di media sosial. Dalam video tersebut, belatung terlihat berada di dalam sosis yang disajikan bersama nasi goreng dalam satu rantang makanan.

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN selatan – Sebuah video yang memperlihatkan adanya belatung pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Tambun Selatan viral jejaring di media sosial. Dalam video tersebut, belatung terlihat berada di dalam sosis yang disajikan bersama nasi goreng dalam satu rantang makanan.

Kepala SMPN 8 Tambun Selatan, Yayah Dzarotun Naqiah mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa keberadaan belatung hanya ditemukan pada satu dari ratusan rantang makanan yang dibagikan kepada siswa.

Bacaan Lainnya

“Terkait dengan kasus MBG yang viral, perlu saya klarifikasi bahwa makanan yang kurang bagus itu hanya ditemukan dalam satu rantang,” ungkap Yayah saat memberikan keterangan kepada media.

Setelah insiden tersebut, pihak sekolah segera memeriksa rantang makanan lainnya untuk memastikan tidak ada belatung di dalamnya.

Yayah menegaskan bahwa tidak ditemukan kasus serupa pada rantang-rantang lainnya.

BACA: BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan Untuk Program MBG di Kabupaten Bekasi

“Setelah ditemukan belatung pada salah satu ompreng, kami langsung memantau rantang lain untuk memastikan tidak ada lagi belatung,” tambahnya.

Yayah juga menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari guru mengenai temuan tersebut, pihak sekolah langsung menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Setiamekar untuk segera mengganti menu makanan.

“Dan kami langsung mengambil tindakan persuasif. Makanan itu kami pisahkan. Jangan sampai dikeluarkan lagi waktu siang, karena kan kita makan dua kali, pagi dan siang,” jelas Yayah.

Lebih lanjut, Yayah menegaskan bahwa kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi di SMPN 8 Tambun Selatan.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelum makanan dibagikan kepada siswa, pihak sekolah biasanya melakukan tes rasa terlebih dahulu untuk memastikan kualitas dan kebersihannya.

Namun, pada hari kejadian, diduga satu rantang yang mengandung belatung lolos dari proses pengawasan.

“Kebetulan saya sendiri setiap hari mencicipi makanan sebelum dibagikan. Kalau aman, baru makanan itu bisa dibagikan ke siswa. Kalau ada sesuatu yang kurang bagus, kami akan menghentikan pembagian,” tutup Yayah. (DIM)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Pos terkait