Diduga Depresi, Ibu Rumah Tangga Nekat Akhiri Hidupnya di Rel Kereta Api

bunuh-diri-polsek-tambun
bunuh-diri-polsek-tambun

BERITACIKARANG.COM, TAMBUN SELATAN – Seorang Ibu Rumah Tangga, Sumarni (45) ditemukan tewas tertabrak kereta api, diduga bunuh diri di rel Kereta Api KM 34.500 Kp. Tambun RT 001/001 Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Selasa (18/10) sekitar pukul 12.00 WIB.

Suyanto (44) salah seorang saksi sekaligus pedagang buah di sekitar lokasi mengatakan bahwa sebelum ditemukan tewas, Sumarni datang ke kiosnya dan menyampaikan keluh kesahnya. Ia sama sekali tidak mengetahui jika Sumarni akan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Bacaan Lainnya

“Saya nggak tau kalau dia mau bunuh diri. Tapi sebelumnya dia bercerita kalau tidak punya suami dan sudah meninggal 4 bulan yang lalu. Dia juga bercerita kalau tidak punya anak dan merasa kalau napasnya sesak, Bang,” kata Suyanto.

Saat adzan berkumandang, Suyatno pun mengaku jika dia pergi meninggalkan Sumarni untuk menunaikan ibadah solat Dzuhur. Ketika kembali ke kiosnya, dia mendengar ada seorang wanita yang tertabrak kereta api. Setelah dicek, ternyata korban adalah wanita yang sebelumnya berkeluh kesah di kiosnya.

Kapolsek Tambun, AKP. Bobby Kusumawardhana saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Berdasarkan keterangan Budi Suherman, penjaga perlintasan kereta api di lokasi tersebut, korban ditemukan tewas tertabrak kereta sekitar 25 meter dari pintu perlintasan. Saat itu pintu perlintasan sudah ditutup dan korban diduga bunuh diri,” kata dia.

Belum diketahui motif dibalik tindakan nekat yang dilakukan Sumarni. Namun dari hasil pemeriksaan terhadap saksi, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan menabrakan diri ke kereta api karena depresi. Dia pun menghimbau masyarakat mendekatkan diri kepada Tuhan YME apabila tengah depresi.

“Bunuh diri bukan jalan keluar. Semua urusan pasti mendapatkan ridho-Nya,” kata Bobby. (BC)

Pos terkait