BERITACIKARANG.COM, CIBITUNG – Arus balik Lebaran 2026 di jalur Pantura Kabupaten Bekasi mengalami kepadatan di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan pada Jum’at (27/03) malam sekira pukul 20.00 WIB, kemacetan terutama terjadi di lokasi-lokasi yang memiliki persimpangan dan putaran arah (u-turn) yang dibuka saat arus balik berlangsung.
Berikut adalah lima titik kemacetan yang perlu diwaspadai oleh para pemudik:
1. Simpang SGC – Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara
Lokasi ini menjadi salah satu titik rawan macet akibat tingginya volume kendaraan yang melintas, baik dari Jalan Raya Industri maupun Jalan Kapten Somantri.
2. Pertigaan GT Telaga Asih – Jalan Teuku Umar, Cibitung
Pertigaan ini kerap menjadi simpul kemacetan karena kendaraan yang keluar-masuk gerbang tol (GT) Telaga Asih bertemu dengan arus lalu lintas dari Jalan Teuku Umar.
3. Depan Pasar Induk Cibitung – Jalan Teuku Umar, Cibitung
Aktivitas di sekitar Pasar Induk Cibitung menambah beban lalu lintas, terutama dengan adanya kendaraan pengangkut barang dan belanjaan yang parkir di bahu jalan.
4. Pertigaan Jalan Abu Bakar – Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan
Arus kendaraan dari Jalan Abu Bakar yang bergabung dengan Jalan Sultan Hasanudin maupun sebaliknya sering kali menyebabkan kemacetan panjang, terutama pada jam-jam sibuk arus balik.
5. Depan Naga Swalayan – Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan
Lokasi ini juga menjadi salah satu titik rawan macet akibat tingginya aktivitas warga yang hendak berputar arah di
lokasi tersebut.
BACA: Kerupuk Melarat Warnai Arus Balik di Pantura Kabupaten Bekasi
Sebelumnya, penumpukan kendaraan terjadi di ruas jalur Pantura Kabupaten Bekasi saat arus balik mudik Lebaran 2026. Kemacetan terpantau terjadi sepanjang kurang lebih 1 kilometer dari Lotte Mart Cikarang menuju Simpang SGC pada Jum’at (27/03 sekira pukul 15.00 WIB.
Seorang pemudik asal Klaten, Narto (44), yang sedang dalam perjalanan menuju Kota Bekasi, mengungkapkan pengalaman perjalanannya. “Iya tadi macet kurang lebih 1 kilometer sebelum lampu merah Cikarang (Simpang SGC). Selebihnya perjalanan lancar,” kata dia.
Penumpukan diduga disebabkan oleh meningkatnya volume kendaraan di ruas jalan tersebut selama arus balik Lebaran tahun ini. Selain itu, pembukaan pembatas atau barier di persimpangan SGC beberapa waktu lalu juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepadatan arus lalu lintas di lokasi tersebut seiring berjalannya aktivitas warga lokal.
“Kalau kondisi jalanan sih alhamdulillah mantap ya. Cuma memang masih ada beberapa yang berlubang,” tambahnya.
Kemacetan di jalur Pantura Kabupaten Bekasi ini bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan kebijakan One Way Tahap II Presisi oleh pemerintah.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di Tol Trans Jawa dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang kembali ke wilayah Jabodetabek, termasuk Cikarang.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Agus Budiono mengatakan pihaknya bersama pihak kepolisian terus memantau situasi lalu lintas di wilayahnya. Pemasangan barrier di Simpang SGC akan kembali dilakulan jika ada kenaikan volume kendaraan di jalur arteri tersebut.
“Kita terus pantau situasi, kalau ada kenaikan volume kendaraan pada saat puncak arus balik gelombang 2 akan dilakukan pemasangan barier untuk memastikan arus balik yang melalui jalur arteri lancar, karena traffic lightnya kan juga sekarang masih warning light ya,” kata dia.
Dirinya pun mengimbau para pengendara untuk tetap berhati-hati serta mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan arus balik. “Insya Allah kalau sudah selesai puncak arus balik simpang SGC kita berlakukan kembali,” tandasnya. (DIM)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

















