Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Demokrat, Jampang Hendra Atmaja saat menggelar reses masa sidang perdana tahun 2020 di Desa Cibuntu, Kecamatan Cikarang Barat, Rabu (29/01).
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Demokrat, Jampang Hendra Atmaja saat menggelar reses masa sidang perdana tahun 2020 di Desa Cibuntu, Kecamatan Cikarang Barat, Rabu (29/01).

Reses Perdana, Jampang Hendra Atmaja Tampung Aspirasi dan Harapan Masyarakat Cibuntu

BERITACIKARANG.COM, CIKARANG BARAT – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Dapil II Jampang Hendra Atmaja menggelar reses masa sidang perdana tahun 2020 di Desa Cibuntu, Kecamatan Cikarang Barat, Rabu (29/01). Dari kegiatan ini, banyak aspirasi dan harapan yang disampaikan oleh masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan dengan kita kumpul ini, wawasan kita soal pesta demokrasi lebih terarah. Insya Allah Desa Cibuntu akan semakin maju,” kata tokoh masyarakat Desa Cibuntu, Nimun Munardi.

Sebagai warga Desa Cibuntu, Nimun bersyukur karena ada perwakilan dari desanya yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Sehingga aspirasi warta Desa Cibuntu bisa ditindaklanjuti.

“Kegiatan reses ini bisa menjadi pelajaran bagi kita. Dengan adanya dewan dari desa kita, maka akan ada ikatan. Jadi nyambung. Mudah-mudahan program kepala desa juga nyambung dengan program Pak Haji Jampang,” ungkapnya.

Kepala Desa Cibuntu, Abdul Rohim mengatakan, terpilihnya Jampang Hendra Atmaja sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi memecahkan rekor. Karena sebelumnya, banyak calon anggota DPRD dari desanya namun belum pernah ada yang terpilih.

“Berarti ini memecahkan rekor. Cuma saya minta juga agar dipertahankan untuk periode berikutnya lagi. Jangan cuma satu periode kemudian selesai. Jangan begitu,” katanya.

Rohim mengatakan, anggota DPRD Kabupaten Bekasi masa jabatannya hanya lima tahun. Sehingga belum bisa dipastikan pekerjaannya selama satu periode selesai seluruhnya.

“Makanya kita harus siap mendukung Pak Haji Jampang untuk dua periode,” katanya.

Usai memberi sambutan, Rohim menyampaikan usulannya kepada Jampang Hendra Atmaja agar mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat banjir, pembangunan turap dan pembangunan SMP Negeri.

“Pascabanjir kemarin, saya berharap agar didorong perbaikan jalan. Jalan ada yang perlu diturap. Kalau tidak, bisa terputus. Kemudian saya berharap agar di Desa Cibuntu ada SMP negeri. Tolong diperjuangkan Pak Jampang,” katanya.

Rohim mengatakan, upayanya agar pemerintah daerah membangun SMP negeri di Desa Cibuntu sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga kini belum terealisasi.

“Saya mohon Pak Haji Jampang bisa diperjuangkan agar kita punya SMP. Karena saya sudah berusaha,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cibuntu, Maihartaty mengusulkan fasilitas untuk kegiatan senam ibu-ibu di Desa Cibuntu dan sekitarnya. Karena seringkali kegiatan senam terkendala ketika turun hujan.

“Tidak perlu pakai tenda yang bagus. Yang penting ada atapnya untuk melindungi dari hujan saat senam. Kemudian kami juga mengusulkan peralatan berupa hula hoop. Karena kita juga ada senam hula hoop,” katanya.

Menanggapi aspirasi dan harapan yang disampaikan masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Bekasi Jampang Hendra Atmaja mengatakan, pihaknya akan mengupayakan usulan masyarakat terealisasi. Seperti bantuan untuk masjid dan marbot.

“Usulan itu akan kita tindaklanjuti. Untuk tenaga kerja, kami akan berusaha. Saya juga prihatin, di wilayah kita lulusan SMA sulit cari kerja. Nah ini menjadi prioritas. Nanti sama-sama kita bantu,” katanya.

Kemudian terkait drainase hal itu juga menjadi prioritas. Karena saluran air yang tersumbat juga bisa menjadi penyebab banjir.

“Persoalan ini akan saya bawa ke DPRD. Saya akan berusaha maksimal untuk drainase. Untuk usulan ibu-ibu senam, akan kita bantu. Akan saya perjuangkan. Mudah-mudahan terlaksana,” ungkapnya.

Sedangkan soal keinginan warga agar di Desa Cibuntu ada SMP negeri, Jampang berjanji akan memperjuangkannya. Namun warga diminta untuk mengumpulkan permohonan tersebut untuk dibawa ke pemerintah daerah.

“Dengan kebersamaan, kita bangun desa kita. Kita tidak semudah itu mengajukan usulan, tapi dipilah-pilah dan melalui prosedur. Jadi nanti kita kerja sama dengan pemerintah desa. Karena kalau hanya diusulkan oleh desa dan tidak dikawal, akan susah,” ungkap anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Demokrat ini.

“Makanya, ada anggota dewan. Ada saya. Saya juga berterima kasih. Semoga saya bekerja maksimal dan amanah. Nanti usulan ini ditampung dan akan saya bawa ke DPRD. Termasuk usulan SMP negeri dan titik-titik banjir di sini,” tandasnya. (BC)