BERITACIKARANG.COM, CIKARANG UTARA – Polres Metro Bekasi bekerjasa dengan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional berjenis ekstasi.
Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion menerangkan sebanyak dua orang tersangka berinisial IT (32) dan AI (25) diamankan bersama barang bukti ratusan pil ekstasi.
“Pengungkapan kasus pertama, yaitu peredaran ekstasi jaringan internasional yang dikirim dari negara Jerman. Dua tersangka berinisial IT dan AI sudah kami amankan,” ucap Gidion saat rilis ungkap kasus di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (23/08).
Gidion menceritakan awalnya polisi mendapatkan informasi dari Bea Cukai terkait pengiriman paket Narkoba dari luar negeri menggunakan modus pengiriman paket.
Terdapat total sebanyak tiga paket yang hendak dikirimkan, dua paket tertahan di negara Jerman, sedangkan satu paket lainnya lolos ke Indonesia.
“Dari hasil koordinasi dengan petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta, selanjutnya di lakukan Control Delivery terhadap alamat yang dikirim, namun dari pengecekan data penerima dan alamat tersebut fiktif. Mereka mencoba kelabui petugas,” ujar Gidion.
Selanjutnya, petugas mendapatkan petunjuk adanya pengiriman ulang paket tersebut kepada tersangka IT di Grand Wisata, Tambun Selatan, pada 28 Juli 2022.
IT yang tertangkap basah kemudian mengaku bahwa barang tersebut akan dikirim ke AI yang berlokasi di RS Husada, Jakarta Pusat. Polisi juga turut membawa 500 butir ekstasi sebagai barang bukti.
“Kami amankan kedua pelaku dan mereka mengaku disuruh oleh AH dan dua orang pengendali yang ada di dalam lapas, yakni SHY dan RP,” tuturnya.
Gidion menambahkan dari hasil ungkap kasus periode Juli-Agustus, pihaknya total mengamankan total sebanyak 4.911 butir ekstasi dari beragam kasus berbeda dengan nilai mencapai hampir Rp 3 miliar. Selain itu polisi juga turut mengamankan MBS (26) dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 60 Gram.
Para tersangka dikenakan Pasal 114 Subsider Pasal 112 UU RI No. 36 Tahun. 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara. (dim)